NASIONAL

Migrasi TV Analog ke Digital, Kominfo akan Buat Posko Salurkan STB Gratis

MAKLUMATNEWS.com, Jakarta — Beberapa  hari  lagi TV analog akan disuntik mati dan digantikan dengan siaran TV digital, masyarakat bisa mendapatkan siaran tv digital dengan menggunakan Set Top Box (STB).

STB merupakan perangkat tambahan yang disematkan di TV, apabila TV masyarakat belum bisa menjangkau siaran TV digital.

untuk itu pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan membuat posko aduan untuk masyarakat yang belum mendapatkan Set Top Box (STB) gratis

“Misalnya, kalau ada STB yang belum terdistribusikan kita menyiapkan posko, posko aduan. Misalnya, ada rakyat miskin yang belum terima STB dia bisa lapor ke posko itu,” kata Menkominfo Johnny G Plate, Senin (24/10).

Ia menjelaskan posko aduan berbentuk hotline dan online. Jadi, masyarakat yang tak bisa mendapatkan siaran pada gelaran Analog Switch Off (ASO) pada 2 November bisa melapor ke posko tersebut.

Setelah masyarakat melakukan laporan di posko aduan, ia mengatakan Pemerintah maupun Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) akan mengatar perangkat STB ke rumah warga.

“Setelah melakukan laporan, nanti akan kita antar STB-nya. Atau ada LPS yang belum menyiapkan multipleksingnya, ini kita dorong untuk disiapkan,” tuturnya.

Namun pemerintah dan LPS disebut Plate hanya akan memberikan STB kepada masyarakat yang masuk dalam kategori miskin saja.

Posko aduan tersebut, kata Plate, bisa diakses masyarakat di seluruh Indonesia, baik lewat hotline maupun online.

Plate mengatakan akan meluncurkan posko aduan itu pada 3 November 2022. Ia menduga lewat posko aduan bisa lebih banyak menjangkau masyarakat miskin yang belum dapat STB.

“Kalau ada yang belum dapat STB, lapor saja. Nanti dicatat kemudian dipasok STB bisa dari TVRI atau lembaga penyiaran swasta, tergantung itu menjadi kewajiban siapa di daerah tersebut,” kata dia dilansir dari cnnindonesia.com

BACA JUGA  Peduli terhadap Petani, Relawan Gesira Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran

Lebih lanjut Plate menuturkan apabila kepemilikan STB sudah merata, barulah pemerintah akan memadamkan siaran TV analog secara permanen.

“Sampai nanti semuanya siap, baru kita matikan analognya secara keseluruhan, jadi tidak ada lagi siaran analog,” kata dia.

“Tetapi tanggal 2 November tetap kita laksanakan ASO,” sambungnya.

Sementara itu, untuk wilayah Jabodetabek, pemerintah telah melakukan distribusi 98,44 persen STB dari total 479 ribu STB yang harus dibagikan ke keluarga miskin.

Angka tersebut dibagi dengan rasio pemerintah menyiapkan sebanyak 359.617 STB dan seluruh penyelenggara multipleks menyediakan 112.484, atau pemerintah menyiapkan 76 persen set top box Jabodetabek dan penyelenggara mux atau televisi swasta menyediakan 24 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button