MOZAIK ISLAM

Ayo Ikuti Bersama, Berikut Jadwal Sholat Berjamaah Gerhana Bulan di Masjid SMB Palembang

MAKLUMATNEWS.com, Palembang — Umat muslim yang akan melaksanakan sholat gerhana bulan atau sholat khusuf, sebaiknya mengetahui lokasi sholat gerhana karena ibadah ini disunnahkan untuk dilakukan secara berjamaah.

Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan.

Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Saat fenomena ini terjadi, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan sholat gerhana. Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada tanggal 8 November 2022. Fenomena ini dapat disaksikan di sejumlah wilayah Indonesia.

Di Sumatera Selatan, Kota Palembang Gerhana Bulan dapat disaksikan malam ini pukul 18:42 WIB pada akhir dase total dan dapat dilihat seluruh wilayah di Indonesia.

Melansir informasi dari BMKG, untuk wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB) Fenomena ini diperkirakan berlangsung dari pukul 18:42 hingga 20:57 WIB.

Di Kota Palembang, Selama fenomena gerhana bulan berlangsung, umat muslim dapat melaksanakan sholat gerhana di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikromo Palembang atau biasa disebut Masjid Agung Kota Palembang menggelar Sholat sunnah Gerhana Bulan secara berjamaah.

Berlokasi di Jalan Jend. Sudirman, 19 Ilir, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30111.

Pelaksanaan sholat gerhana bulan dilakukan ba’da sholat magrib, akan di imami oleh Ustadz H M Fadhil Syamsuddin, S.Th.I Al Hafidz.

Sementara itu, khatib yang akan membawakan khutbah usai pelaksanaan sholat gerhana yaitu Ustadz Muhammad Iqbal.

Adapun tata cara shalat Gerhana menurut informasi yang disampaikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia Mmelalui Kemenag Sumsel adalah sebagai berikut.

BACA JUGA  Sedekah Dipertontonkan di Medsos Menurut Habib Jafar Ternyata Boleh!

1. Berniat dengan lafadz “aku niat sholat sunnah gerhana bulan 2 rakaat sebagai imam/makmum karena Allah ta’allah.
2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimanasalat biasa
3. Membaca doa iftitah, kemudian membaca surat al fatihah dilanjutkan dengan membaca surat yang lain sambil di jaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih)
4. Kemudian ruku’
5. Kemudian bangun dari ruku’ ( i’tidal)
6. Setelah i’tidam ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat lain. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya
8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal)
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk diantara dua sujud kemudian sujud kembali
10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama. Hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
11. Salam
Setekah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar dan bersedekah.** (Trijumartini)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button