MOZAIK ISLAM

Siapkan Dirimu Sebelum Maut Menjemputmu

MAKLUMATNEWS.com, Palembang –SAYA masih ingat ketika ustadz saya bercerita. Kata beliau, ada kakak beradik naik sepeda.

Mereka berboncengan hendak membeli sesuatu di warung yang cukup jauh dari rumahnya.

Kakak beradik ini melewati jalan raya. Banyak mobil-mobil besar lewat. Mereka mengambil jalan melewati pinggiran aspal.

Tiba-tiba keduanya terjatuh.

Mungkin karena ban sepeda terpeleset di pinggiran aspal, jadi kehilangan keseimbangan yang mengakibatkan keduanya terjatuh.

Sang adik terjatuh di tengah jalan dan sang kakak terjatuh di pinggir aspal.

Tiba-tiba saja ada mobil besar lewat.

“Cress…..”

Isi kepala adiknya berhamburan.

Kejadian itu berasa cepat sekali terjadi. Sang kakak terpaku melihat adiknya telah terlindas mobil besar.

Saat itu tidak ada yang menduga kalau adiknya bisa terjatuh jauh dari kakaknya.

Juga tak ada yang menduga sang adik bakal lebih cepat dijemput malaikat maut dari pada kakaknya.

Wahai saudaraku …

Kisah di atas adalah kisah nyata.

Sebuah kejadian yang tanpa sadar mengajarkan pada kita bahwa maut tidak menunggu umur kita.

Ada kisah satu lagi …

Saya dapatkan dari kabar yang tak jauh dari rumah saya.

Ada dua anak perempuan lagi bermain di jembatan. Di bawahnya sungai cukup dalam.

Tiba-tiba salah satu sendal anak itu ter jatuh. Kemudian ia berusaha mengambil sendal yang mengambang dan makin menjauh.

Saat akan mengulurkan tangan untuk menggapai sendalnya, ia tercebur ke sungai. Anak itu tidak bisa berenang.

Siang itu keadaannya begitu sepi.

Tak ada satu pun orang di sana.

Melihat temannya terjebur ke sungai, teman satunya mencoba untuk menolong.

Dari pinggir sungai ia ulurkan tangan untuk mencoba meraih tangan temannya.

BACA JUGA  Beramal Ibadan tanpa Ilmu, Ibarat Berjalan Dikegelapan Malam

Tapi ternyata malah tertarik ke sungai.

Akhirnya dua-duanya tercebur dan tak ada yang bisa berenang.

Sore harinya kedua anak ini ditemukan di tempat buka tutup irigasi dalam keadaan sudah menjadi mayat.

Orang tua mereka tak menduga sana sekali jika buah hati belahan jantung mereka sudah tak bernyawa.

Terapung di sungai.

Mendahului kedua orang tuanya ke alam barzakh.

Mereka lebih dulu kembali ke haribaan-Nya meski umur masih belia.

Mereka lebih dulu dipanggil menghadap-Nya meski masih banyak prestasi yang mungkin nanti akan diraih.

Ya. Semuda apa pun kita, tidak akan membuat maut sungkan menjemput.

Jika ajal sudah ditetapkan, dimanapun kita berada dan apa pun kondisi kita, dia tak pernah sama sekali mengundurkan diri untuk tak mencabut nyawa kita.

“Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula dapat memajukannya.” (QS Yunus : 49)

Menangis

Suatu ketika, detik-detik menjelang ajalnya tiba, Khalifah Harun As-Rasyid memanggil semua pasukannya.

Kemudian ia memandangi pasukannya yang jumlahnya begitu banyak itu.

Semuanya lengkap dengan pedang dan perisai.

Tapi sang khalifah justru menangis.

Lantas ia pun berkata, “Wahai dzat yang tidak pernah kehilangan kekuasaan, kasihanilah hamba-Mu yang telah kehilangan kekuasaan ini”.

Tangisan itu tak jua berhenti sampai kematian menjemputnya.

Semua yang ia miliki saat itu tidak ada yang bisa mencegah datangnya kematian.

Besarnya kekuatan pasukan tak satupun mampu menghalangi ajal agar tidak mencabut nyawa sang khalifah.

Itu lah sifatnya ajal. Tidak ada yang bisa menghalangi meski dengan kekuataan dan juga umur yang belia.

Seringkali kita mudah tertipu dengan umur muda. Menghamburkan masa mu da dengan hal yang sia-sia karena tua masih lama.

BACA JUGA  Bisakah Orang Tidak Beriman Masuk Surga Meski Berbuat Baik? Ustad Adi Hidayat Bilang Begini

Padahal dari kisah-kisah yang kita paparkan di atas sudah cukup membuktikan kalau maut tak pandang usia.

Dia datang saat kita tak siap menerima kehadirannya, dan tak berfikir bakal dijemputnya dengan cepat.

Namun yang menjadi pertanyaan besar, bagaimana kondisi kita saat maut itu datang menjemput.

Apakah sedang ibadah?

Atau malah sedang asik maksiat?

Mari kita terus berusaha.

Jangan sampai maut menjemput saat kita masih berbuat dosa.

Karena bila itu yang justru terjadi maka episode kehidupan kita selanjutnya akan dilalui dengan buruk dan penuh penderitaan.

Naudzubillah min dzalik.

 

Oleh: Rohmat Saputra jeparahanif@gmail.com

Sumber : Islampos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button