PALEMBANGPARIWISATA

Cap Go Meh di Pulau Kemaro (5-habis) : Tambak Gayo, Saksi sejarah masa Kesultanan Palembang Darussalam

MAKLUMATNEWS.com, Palembang –Pada Perang Palembang I dan Perang Palembang II sepanjang awal abad ke-19, Kesultanan Palembang Darussalam mendirikan salah satu benteng maritim terkuat di atas tanah Pulau Kemaro bernama Benteng Tambak Bayo.

Kala itu, Sultan Mahmud Badaruddin II (1803-1821) membangun Benteng Tambak Bayo di pulau itu.

Pulau Kemaro. (Foto : Tribunnewswiki
.com)

Pembangunannya bersamaan dengan berdirinya Benteng Keraton Kuto Besak, pertahanan utama untuk melindungi Kota Palembang.

Saat Perang Palembang I tahun 1819, prajurit kesultanan di kedua benteng itu mampu memukul mundur kolonial Belanda yang dipimpin Laksamana JC Wolterbeek.

Berselang dua tahun, Mayor Jenderal Hendrik Merkus Baron de Kock berlayar menuju Palembang bersama hampir 40 kapal perang.

Mereka ingin menguasai Palembang dan kembali terjadi pertempuran.

Sayangnya, kali ini Palembang berhasil dikuasai dan benteng-benteng Kesultanan Palembang Darussalam dihancurkan.

Benteng Tambak Gayo. (Foto : Kompasiana.com)

Saat itu, tak tersisa lagi bangunan Benteng Tambak Bayo di Pulau Kemaro. Sudah tergantikan oleh Klenteng Dewi Kwan Im yang dibangun pada 1962.

 

Lapis Pertama

Pulau Kemaro sendiri dipilih sebagai lokasi pertahanan lapis pertama karena kawasannya tidak pernah terendam saat permukaan Sungai Musi sedang tinggi.

Sedangkan kawasan lain selalu terendam air Sungai Musi, karena sebagian besar kawasan Palembang merupakan rawa air.

Benteng pertahanan Pulau Kemaro menjadi kunci penting masuknya kolonial Belanda ke Palembang.

Saat Belanda berhasil menjebol Benteng Tambak Bayo dan menguasai Palembang, seluruh prajuritnya diberikan kenaikan pangkat dua kali lipat sebagai bentuk penghargaan atas jerih payah mereka.

Foto : KetikPos

Beralih Fungsi

Fungsi Pulau Kemaro sejak tahun 1965 hingga tahun 2012 terbagi menjadi empat fase, diantaranya :

 

1. Kamp Tahanan

Fungsi Pulau Kemaro pada tahun 1965-1967 adalah sebagai kamp tahanan. Di kamp ini telah terjadi serangkaian peristiwa mengenaskan yang banyak menewaskan para tapol (tahanan politik).

BACA JUGA  Lebih dari 6.000 Kuota, Ratu Dewa : Saya Minta Tenaga Honorer Ikut Seleksi PPPK 

Namun fungsi sebagai kamp tersebut kemudian hilang dinakhir tahun 1967 dan berganti fungsi baru.

2. Tempat Pemukiman dan ibadah

Fungsi Pulau Kemaro pada tahun 1968-1997 adalah sebagai tempat pemukiman dan tempat ibadah.

Sejak tahun 1968 pulau ini mulai dihuni oleh penduduk yang jumlahnya semakin meningkat.

Selain itu, pada periode ini pula Pulau Kemaro mulai dijadikan sebagai tempat pemujaan.

Banyak masyarakat yang telah mengunjungi Pulau Kemaro untuk berdoa, berziarah dan meminta peruntungan.

3. Lahan Pertanian

Fungsi Pulau Kemaro tahun 1998-2007 adalah sebagai lahan pertanian. Pola fikir penduduk yang semakin maju, didukung dengan lokasi yang berada di tengah-tengah sungai sangat mendukung untuk dibukanya lahan pertanian guna meningkatkan taraf hidup penduduk Pulau Kemaro.

4. Objek Wisata Ritual

Fungsi keempat atau terakhir dari Pulau Kemaro tahun 2008 hingga sekarang sebagai Objek Wisata Ritual.

 

(Dari berbagai sumber)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button