Uncategorized

Penjualan Maksubah Hingga Kue Delapan Jam Kini Laku Keras

MAKLUMATNEWS.com, Palembang –Maksubah hingga Kue Delapan Jam yang memiliki tekstur lembut, legit dan manis ini menjadi salah satu kue basah favorit saat Lebaran Idul Fitri.

Penjualan kue basah setiap lebaran pun selalu laku keras. Mulai dari pengusaha kue lebaran besar hingga kecil.

Selain Maksubah dan Kue Delapan Jam, Bolu Kojo, Engkak Ketan hingga Lapis Nanas, kini banyak dijual di Kota Palembang, bahkan pemasarannya hingga luar kota.

“Kue basah khas Palembang ini banyak dipesan oleh warga luar Sumsel seperti Jakarta, Solo, Jogjakarta dan lain-lain untuk lebaran nanti,” kata Owner Dapur Bunda Rayya Yus Elisa.

Yus Elis atau yang akrab di sapa dengan Bunda Rayya mengatakan kue basah khas Palembang yang banyak dipesan masyarakat luar seperti Makjola (Maksuba, Kojo dan Lapis Legit), Masbro (Maksuba, Brownies di), dan Engkak Ketan.

Kue basah ini sengaja dijual tergabung dalam satu loyang agar pembeli bisa menikmati tidak hanya Maksubah saja, tapi kue basah lainnya.

“Untuk harganya mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu,” katanya.

Foto : Iyapitria

Kebanjiran Orderan 

Selain itu, pelaku UMKM lainnya Shabi House, Siti Fatimah mengatakan, dirinya setiap lebaran kebanjiran orderan untuk kue Maksubah, Delapan Jam, hingga Bolu Kojo.

“Harganya sama seperti tahun lalu, per loyang Rp 250 ribu, bagi kita usaha rumahan pesanan 30 loyang per kue saja sudah banyak,” katanya.

Semua orang bisa menikmati kue ini dengan memesannya di penjual kue basah. Tapi ternyata dulunya kue-kue penikmat lidah ini hanya bisa dinikmati di hari-hari tertentu saja.

Foto : Iyapitria

Momen Tertentu

Sejarawan Palembang RM Ali Hanafiah (Mang Amin) mengatakan, kue basah ini pada zaman dulu di Palembang hanya dihidangkan saat hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha saja dan saat ada acara pesta pernikahan.

BACA JUGA  CAIR-NJ Kecam Pelarangan Wali Kota Muslim New Jersey Hadiri Acara Idul Fitri di Gedung Putih

“Zaman dulu tidak bisa makan kue ini setiap saat, hanya momen tertentu saja, bahkan setiap rumah pun membuatnya hanya saat lebaran saja,” katanya.

Namun sejak tahun 2000 saat pariwisata mulai berkembang dan memperkenalkan budaya Palembang dari sisi kuliner, Maksubah hingga Kue Delapan Jam banyak diperjual belikan.

“Alhamdulillah kini kuliner yang terkenal di Palembang tidak hanya pempek saja, tapi ada juga Maksubah, Bolu Kojo, yang dipasarkan hingga luar kota,” katanya.

 

 

Reporter : Pitria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button