HUKUM

30 Jaksa Dilibatkan, 10 Nama Tersangka Dilimpahkan ke Kejari Jaksel 

#Babak Baru Kasus Korupsi PT Timah#

MAKLUMATNEWS.com, Jakarta — Sebanyak 30 jaksa bakal dikerahkan untuk menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk periode 2015-2022.

Jaksa tersebut berasal dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar.

Harli mengatakan jaksa yang menangani kasus tersebut juga mendapatkan pengamanan khusus agar bisa bekerja dengan baik.

“Berdasarkan informasi mungkin ada sekitar 30 jaksa yang akan dilibatkan dalam penanganan perkara ini, tentu sifatnya gabungan, baik dari Kejaksaan Agung maupun dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” kata Harli Siregar di Kantor Kejari Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2024).

 

10 Tersangka

Terbaru, Kejaksaan Agung melimpahkan 10 tersangka kasus ini ke penuntut umum di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Berikut daftar nama 10 tersangka yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan:

1. Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT) selaku Direktur Utama PT Timah periode tahun 2016-2021

2. Emil Ermindra (EE) selaku Direktur Keuangan PT Timah periode tahun 2017-2018

3. Hasan Tjhie (HT) selaku Direktur Utama CP VIP

4. MB Gunawan (MBG) selaku Direktur Utama PT SIP

5. Suwito Gunawan (SG) selaku Komisaris PT SIP

6. Robert Indarto (RI) selaku Direktur Utama PT SBS

7. Kwang Yung alias Buyung (BY) selaku eks Komisaris CP VIP

8. Rosalina (RL) selaku General Manager PT TIN

9. Suparta (SP) selaku Direktur Utama PT RBT

10. Reza Andriansyah (RA) selaku Direktur Pengembangan Usaha PT RBT

 

Masih Diteliti 

Harli mengatakan saat ini berkas perkara dari 10 tersangka masih akan dilakukan penelitian.

BACA JUGA  Korban Penipuan Proyek Fiktif Oknum Kejati Jambi, Penuhi Panggilan Polda Sumsel

Adapun strategi penuntutan di persidangan nanti diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

“Berkas perkara yang sudah dilimpah tahap dua hari ini sedang dilakukan penelitian, ini akan terus digodok oleh tim jaksa penuntut umum apakah pelimpahannya nanti dilakukan sekaligus atau sesuai dengan tahapan yang dilakukan, barangkali strategi penuntutannya akan diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, awal mula kasus dugaan korupsi tata niaga timah di Bangka Belitung berawal pada tahun 2018, CV VIP kerja sama sewa peralatan processing peleburan timah dengan PT Timah Tbk.

Kemudian, TN selaku pemilik CV VIP memerintahkan tersangka AA, untuk membentuk perusahaan boneka guna mengumpulkan bijih timah ilegal dari IUP PT Timah Tbk.

PT Timah Tbk kemudian menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) seolah-olah terdapat kegiatan borongan pengangkutan sisa hasil mineral timah agar perusahaan itu terlihat legal.

 

Sumber : News.detik.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button