Pangkostrad Letjen TNI Eko Margiyanto Samai Prestasi Prabowo  

172

 

MAKLUMATNEWS.com —  Pasca mutasi 181 Perwira Tinggi (Pati) TNI, sorotan tertuju pada sosok Mayjen TNI Eko Margiyono. Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat (AD), Letjen TNI Eko Margiyono, ditunjuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Dalam berita sebelumnya, VIVA Militer  menginformasikan kabar terkait keputusan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, yang memutasi 181 Pati TNI. Mutasi ratusan Pati TNI ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/558/VII/2020 tanggal 27 Juli 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pergantian kepemimpinan adalah Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), yang merupakan salah satu Komando Utama Tempur TNI dari matra darat.

Keputusan mutasi Panglima TNI merujuk pada pergantian Pangkostrad yang semula dipegang oleh Letjen TNI Besar Harto Karyawan kepada Mayjen TNI Eko Margiyono. Dalam keputusan itu juga, Eko mendapat kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Letjen TNI.

Eko merupakan jebolan Akademi Militer (Akmil) TNI 1989, yang sebelumnya menjabat Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya). Pria kelahiran Semarang, 12 Mei 1967 ini memegang tongkat komando Pangdam Jaya, mulai 25 Januari 2019 hingga 27 Juli 2020.

Tak hanya posisi sebagai Pangdam Jaya, Eko juga pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan TNI AD. Pada 2017, Eko pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kodam Jaya (Kasdam Jaya). Setelah itu, ia berpindah tugas dan mengenyam jabatan Gubernur Akmil periode 2017 hingga 2018.

Nama Eko semakin mencuat, saat menjadi orang nomor satu di satuan elite TNI AD, Kopassus. Eko ditunjuk sebagai Danjen Kopassus menggantikan posisi Mayjen TNI Madsuni, pada 2 Maret 2018 hingga 25 Januari 2019.

Posisi sebagai Danjen Kopassus kemudian digantikan oleh Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang menjabat hingga saat ini, sementara Eko dipercaya sebagai Pangdam Jaya.

Kesuksesan Eko terpilih sebagai Pangkostrad, menyamai rekor Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto, yang juga pernah menduduki posisi ini. Ya, Prabowo pernah memimpin Kostrad mulai 20 Maret 1998 hingga 22 Mei 1998. Tak hanya itu, Eko dan Prabowo juga memiliki kesamaan sebagai anggota Kopassus TNI AD, dan sama-sama pernah menjabat Danjen Kopassus.

Sebagai Pangkostrad ke-33, Eko adalah prajurit Kopassus ke-7 yang menjadi Pangkostrad. Sebelumnya, ada enam prajurit Kopassus yang juga pernah menjabat sebagai Pangkostrad yakni Letjen TNI (Purn.) Soegito, Jenderal TNI (Purn.) Wismoyo Arismunandar, Letjen TNI (Purn.) Kuntara, Letjen TNI (Purn.) Tarub, Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto, dan Jenderal TNI Andika Perkasa.

Setelah dipercaya menduduki sebagai Pangkostrad, posisi Eko sebagai Pangdam Jaya digantikan oleh Mayjen TNI Dudung Abdurachman, yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Akmil.(*)

Editor : Aspani Yasland