Penghuni Lapas Merah Mata Ditemukan Tewas di Kamar Mandi
Dokter Temukan Luka Jeratan Pada Leher

MAKLUMATNEWS.com, Palembang, —- Warga binaan lapas kelas 1 Merah Mata Palembang dihebohkan dengan temuan salah satu penghuni yang tak bernyawa di dalam kamar mandi, Kamis (18/7/2024).
Kalapas kelas I Palembang (Merah Mata), Veri Johannes mengatakan jika pihaknya menegetahui korban meninggal pukul 06.00 WIB.
” Betul kejadiannya pagi tadi. Almarhum ini bernama Sumaryanto warga Dusun 3, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas yang terkibat kasus pembunuhan seorang bocah SMP di Musi Rawas, ” ujarnya.
Menurut informasi sambung Veri, Sumaryanto ini adalah penghuni rutan yang baru sekitar 7 bulan lalu menempati salah satu kamar di kelas I Palembang (Merah Mata).
“Informasi pertama kali saya dapat dari kepala satuan keamanan lapas yang mengatakan ada warga binaan yang meninggal dunia didalam kamar hunian. Saat ini, jenazah korban sudah dibawah ke Rumah Sakit Bhayangkara,” katanya.
Untuk diketahui, korban merupakan pindahan dari lapas Lubuklinggau sejak Desember 2023 lalu. Dari informasi yang didapat, Korban mendekam dilapas tersebut akibat terjerat kasus pembunuhan yang sempat viral ditahun 2022 lalu dengan jatuhan vonis selama 15 tahun.
Dokter Sebut Temukan Jeratan di Leher
Menanggapi peristiwa tersebut, Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan mengungkap kematian penghuni Lapas Klas I Palembang yang ditemukan tewas tergeletak di dalam kamar mandi di tahanan, pada Kamis (18/7/2023) pagi.

“Perkiraan masih baru, perkiraan dibawah 6 jam sebelum akhirnya ditemukan petugas ,” singkat Indra usai melakukan pemeriksaan luar.
Indra menerangkan jika korban ditemukan bekas jeratan leher dan kaki pada korban yang menjadi penyebab korban tewas. Namun Dr Indra belum bisa menyimpulkan apakah penghuni lapas itu tewas bunuh diri atau bukan.
“Pada bagian kepala tangan tidak ada luka, hanya ada bekas jeratan di leher dan kaki saja. Indikasi bunuh diri tidak tahu karena belum di dalami,” katanya.
Menurutnya kematian Sumaryanto yang masih dianggap janggal belum bisa dipastikan penyebab meninggalnya, apakah gantung diri atau bukan.
“Saya belum bisa pastikan. Jadi tanda-tanda bunuh diri ada tapi tanda lain juga bisa,” katanya.
Reporter : Yola Dwi R




