DI KONTEN

Aneh, Satu TPS di Lahat Tak Ada Pemilih Perempuan

294
ramadan oki

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — 44 hari menjelang pemungutan suara, masih ada temuan DPT (Daftar Pemilih Tetap) ganda di Kabupaten Lahat. Bahkan, ada satu TPS (Tempat Pemungutan Suara) yakni TPS 040 yang tidak tercatat adanya pemilih perempuan.

Temuan DPT ganda ini hasil penelusuran Direktur Eksekutif Musi Institute for Democracy and Electoral (MIDE) dari situs rekapitulasi DPT KPU.

“Awalnya setelah kita lihat rekapitulasi DPT KPU. Ada yang aneh, bagaimana bisa satu NIK yang sama bisa dipakai untuk mayoritas seluruh pemilih. NIK itu kan identitas tunggal katanya tidak bisa digunakan untuk orang lain, kok nyatanya digunakan utk banyak pemilih,” ungkap Direktur MIDE, Andika Pranata Jaya, Rabu (6/3).

Sambil bersama-sama mengecek situs rekapitulasi DPT KPU, Andika menjelaskan lembaganya memang tengah meriset DPT dan banyak menulis soal DPT.

“Begitu akses DPT terbuka kami telusuri dan menemukan TPS Pasar Lama 040 Lahat kok laki-laki semua. Setelah didalami dengan memakai 0000 ketemu. Ini sudah kami laporkan sebagai temuan informasi awal ke Bawaslu RI tanggal 4 Maret 2019 sore karena mereka punya kewenangan. Ini ada apa? Padahal sudah setahun lebih proses DPT ini dan dilakukan berjenjang. Berarti dari bawah ke atas jebol semua. Mestinya ada proses verifikasi. Harapan kita ini diinvestigasi, ditelusuri dan diperbaiki,” kata Andika Pranatajaya.

Dalam suratnya yang disampaikan kepada Ketua Bawaslu Republik Indonesia di Jakarta, Andika menyebut memenuhi ketentuan pasal 13 (poin 1 dan 2) Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2018 tentang Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilu, disampaikan Informasi
Awal sebagai berikut :

1. Bahwa di TPS Nomor 040 Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, yang bisa dilihat pada laman
https://lindungihakpilihmu.kpu.go.id/ diketahui Jumlah Pemilih Laki-laki 174 pemilih dan Jumlah Pemilih Perempuan Nol (Kosong),

2. Bahwa di dalam isi TPS ditemukan 167 pemilih dengan delapan (8) angka Nomor Identitas Kependudukan (NIK) sama yakni 16041000********

3. Bahwa dari 16 Digit angka NIK, diketahui bahwa digit ke 7 dan 8 merupakan angka yang menunjukkan tanggal lahir pemilik NIK. Dalam hal ini 167 pemilih di TPS 040 ini memiliki tanggal lahir 00,

4. Bahwa UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan menjelaskan bahwa Nomor Identitas Kependudukan/NIK adalah identitas penduduk yang bersifat unik, khas, tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia, artinya setiap warga negara memiliki satu NIK yang tunggal dan melekat atas dirinya, dengan demikian, tidak akan ada penduduk dengan NIK yang sama atau tidak akan ada NIK yang sama dimiliki oleh banyak orang.

5. Bahwa dari percobaan pengisian 8 (delapan) digit kode bintang dengan angka 0 (1604100000000000) agar lengkap 16 Digit NIK, ditemukan 167 pemilih dalam TPS 040 ini terdaftar sebagai pemilih, meski NIK tersebut tidak memiliki tanggal/bulan/tahun lahir serta 4 digit nomor urut yang ditentukan secara sistem administrasi kependudukan. Penjelasan 16 Digit NIK. (sumber https://dukcapil.kalbarprov.go.id/post/arti-16-digit-nomor-induk- kependudukan)

6. Dari temuan hasil percobaan ini, penggunaan 1 NIK untuk 167 Pemilih patut diduga melanggar Pasal 198 ayat (2) UU 7 tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum yang menyatakan bahwa warga Negara Indonesia didaftar 1 (satu) kali oleh penyelenggara pemilu dalam daftar pemilih.

7. Bahwa di TPS Nomor 041 Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, yang bisa dilihat pada laman https://lindungihakpilihmu.kpu.go.id/ diketahui Jumlah Pemilih Laki-laki 180 pemilih dan Jumlah Pemilih Perempuan 18 orang pemilih

8. Bahwa di dalam isi TPS ditemukan 158 pemilih dengan delapan (8) angka Nomor Identitas Kependudukan (NIK) sama yakni 16041000********

9. Bahwa dari 16 Digit angka NIK, diketahui bahwa digit ke 7 dan 8 merupakan angka yang menunjukkan tanggal lahir pemilik NIK. Dalam hal ini 158 pemilih di TPS 041 ini memiliki tanggal lahir 00,

10. Bahwa dari percobaan pengisian 8 (delapan) digit kode bintang dengan angka 0 (1604100000000000) agar lengkap 16 Digit NIK, maka ditemukan 158 pemilih dalam TPS 041 ini terdaftar sebagai pemilih, meski NIK tersebut tidak memiliki tanggal/bulan/tahun lahir serta 4 digit nomor urut yang ditentukan secara sistem administrasi kependudukan.

11. Dari temuan hasil percobaan ini, Penggunaan 1 NIK untuk 158 Pemilih patut diduga melanggar Pasal 198 ayat (2) UU 7 tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum yang menyatakan bahwa warga Negara Indonesia didaftar 1 (satu) kali oleh penyelenggara pemilu dalam daftar pemilih.

12. Bahwa pasal 203 UU 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu menyatakan “Setiap orang dilarang memberikan keterangan yang tidak benar mengenai diri sendiri atau diri orang lain tentang suatu hal yang diperlukan untuk pengisian daftar Pemilih.”

13. Mengingat Ketentuan Pidana Pemilu yang tercantum dalam Pasal 488 dan Pasal 544 UU 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Berdasarkan uraian 13 poin di atas, kiranya Bawaslu Republik Indonesia dapat melakukan investigasi atas informasi awal untuk menemukan apakah ada peristiwa dugaan pelanggaran pemilu sesuai Pasal 14 Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilu.

Ketika hal ini dikonfirmasi baik kepada Ketua KPU Sumsel Dra Kelly Mariana maupun kepada Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto ST MM, keduanya menyatakan masih akan mengecek perihal temuan tersebut.

Dikatakan Kelly, temuan tersebut akan diverifikasi dan dicek lebih lanjut. Mengenai kode bintang, menurut Kelly merupakan program untuk melindungi hak pilih. “Nanti kami cek dulu,” kata Kelly.

Sementara, Iin Irwanto mengatakan, pihaknya sudah meminta agar Bawaslu Lahat menelusuri DPT tersebut. “Masalah ini sedang ditelusuri oleh Bawaslu Kabupaten Lahat,” kata Iin Irwanto.

PENULIS : JON MORINO