ADSCOPE

Arab Saudi : Silakan Umrah Ramadan, Asal Kebal Covid-19

35

MAKLUMATNEWS.com —  Pada Senin, pemerintah Arab Saudi menyampaikan hanya orang yang kebal Covid-19 yang akan diizinkan datang ke Makkah melakukan ibadah umrah selama Ramadan.

 

Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan dalam sebuah pernyataan, ada tiga kategori orang dinyatakan “kebal” yaitu mereka yang telah menerima dua dosis vaksin, mereka yang menerima satu dosis vaksin setidaknya 14 hari sebelumnya, dan orang yang sembuh dari infeksi Covid-19.

Hanya orang-orang dengan kategori tersebut yang akan memenuhi syarat untuk mendapatkan izin umrah, termasuk salat di Masjidil Haram. Syarat tersebut juga berlaku bagi jemaah yang beribadah di Masjid Nabawi di Madinah. Demikian dikutip dari France 24, Selasa, 6 April 2021 yang dikutip MAKLUMATNEWS.com dari Merdeka.com.

Kementerian mengatakan, kebijakan ini mulai berlaku sejak awal Ramadan yang akan jatuh pekan depan, tapi belum jelas sampai kapan kebijakan ini akan diberlakukan. Juga belum jelas apakah kebijakan ini akan diperpanjang untuk ibadah haji tahun ini.

Arab Saudi telah melaporkan lebih dari 393.000 infeksi virus corona dan 6.700 kematian. Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah menyuntikkan 5 juta lebih vaksin Covid-19 di negara dengan populasi lebih dari 34 juta itu.

Bulan lalu, Raja Salman mengganti Menteri Haji. Mohammad Benten ditarik dari jabatannya dan digantikan Essam bin Saeed, menurut kantor berita kerajaan, Saudi Press Agency (SPA).

Pada musim haji tahun lalu, hanya 10.000 orang khususnya penduduk Arab Saudi yang diizinkan melaksanakan ibadah rukun Islam kelima tersebut. Belum jelas apakah ibadah haji akan diizinkan tahun ini.

Menurut surat kabar pro pemerintah Okaz, hanya peziarah yang telah divaksinasi yang akan diizinkan tahun ini.

Dalam pelonggaran pembatasan virus corona pada Oktober 2020, Arab Saudi membuka kembali Masjidil Haram untuk pertama kalinya setelah ditutup selama tujuh bulan dan secara bertahap mulai mengizinkan umrah.

Pihak berwenang mengatakan umrah akan diizinkan dengan kapasitas penuh ketika ancaman pandemi telah mereda.(*)

 

Editor : Aspani Yasland