FLASH NEWS

BACA EDISI DESEMBER 2022

Sepanjang Jalan Dakwah

Alhamdulillah, sepanjang tahun 2022 yang barusas kita tinggalkan Media Islam As SAJIDIN masih eksis, konsisten dan istiqamah, di jalur dakwah. Dan memang media cetak ini bermisikan dakwah islamiyah. Mengapa harus berdakwah? Sebab, dakwah adalah bagian dari syiar islam yang intinya mengajak orang lain berbuat baik.
Allah Swt berfirman dalam QS an-Nahl ayat 125 yang artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.

As SAJIDIN yang sudah hadir lebih dari 8 tahun ini, mengambil porsi dakwah bil qolam yakni dakwah yang disampaikan melalui tulisan yang diterbitkan atau dipublikasikan melalui media massa, buku, buletin, brosur, pamflet, dan sebagainya.Selain itu ada dakwah bil lisan, dakwah bil hal dan dakwah bil qudwah. As SAJIDIN memang bagian terkecil dari dakwah islam keseluruhan. Misi ini merupakan sumbangsih dan kontribusi As SAJIDIN untuk pencerahan umat dengan bahasa populer, bahasa pers jurnalistik yang ngepop.

Berbagai teori dakwah menyebutkan bahwa dakwah merupakan panggilan suci, karena sisi panggilan itu merupakan satu rangkaian kesatuan pesan yang mengarahkan kepribadian manusia dalam melakukan hubungan dengan Tuhan, alam dan lingkungan. Selanjutnya dakwah juga dapat dikatakan suatu proses mengubah atau menyeruh dari suatu keadaan, pindah ke keadaan tempat yang lebih baik sesuai ajaran agama Islam. Atau bisa juga suatu proses mengajak manusia ke jalan Allah yang tersusun sitematis dan logis. Sedangkan dakwah menurut Ismail Al-Faruq dalam buku “Ilmu Dakwah” karangan Prof. Ali Aziz, menjelaskan bahwa terdapat tiga hal yang disebut kebebasan, rasionalitas dan universal.

BACA JUGA  BERITA FOTO : Megahnya Masjid Al-Fattah Sekip Ujung Palembang

Seterusnya dakwah juga memiliki makna kegiatan menyampaikan kebaikan dan mengikuti petunjuk agama, mencegah dari perbuatan mungkar menurut syariat Islam. Akhirnya pada dasarnya setiap muslim dan muslimah mempunyai kewajiban untuk berdakwah seperti dalam Alquran Surah Ali Imron (3) ayat 104 yang artinya : “ Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebijakan, menyuruh kepada yang ma‟ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung”.

Dalam sirah nabawwiyah, Rasulullah juga melakukan dakwah bil qolam, melalui tulisan yang berisikan seruan, ajakan atau panggilan untuk menganut agama Islam kepada raja-raja dan kepala-kepala pemerintahan dari negara-negara yang bertetangga dengan negara Arab. Di antara raja-raja yang mendapat surat atau risalah Nabi SAW adalah Kaisar Heraklius dari Bizantium, Mukaukis dari Mesir, Kisra dan Persia (Iran) dan Raja Najasyi dari Habasah (Ethiopia).

Alhamdulillah, dari tahun 2021 hingga 2022, dakwah As SAJIDIN tak pernah berhenti. Setiap bulannya, pesan-pesan dakwah tercetak dan setia mengunjungi pembaca. As SAJIDIN memang bertekad untuk terus dan tiada henti untuk berdakwah. Sepanjang jalan dakwah.

Dalam Surat Ali Imran ayat 104, disebutkan bahwa “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” []Aspani Yasland

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button