DI KONTEN

Dirut Pertamina Nicke Widyawati : Kebakaran Kilang Balongan Sudah Dilokalisir, Pasokan BBM Tetap Aman

102
ramadan oki

MAKLUMATNEWS.com — Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Nicke Widyawati mengemukakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran kilang Balongan.

“Jadi sampai saat ini masih dilakukan investigasi dibantu pihak berwenang, sehingga fokus kami adalah untuk menyelesaikan kondisi darurat di lapangan,” ujarnya.

Nicke juga mengungkapkan bahwa api telah dapat dilokalisir di dalam bundwall. “Jadi di sekitar tangki ini ada tanggul, api sudah bisa kita lokalisir di sana dan untuk pemadaman, kami gunakan foam ke perimeter bundwall dan pusat nyala api. Sehingga dengan demikian kita pastikan api tidak akan menjalar ke area lain dan kami juga lakukan pendinginan di area sekitar,” papar Dirut Pertamina ini sebagaimana dikutip MAKLUMATNEWS.com dari BBCIndonesia.com.

Untuk penanganan ini, pihaknya mengoperasikan 10 mobil kebakaran, bekerja sama dengan Pemda Cirebon dan Indramayu. Terkait dengan dampak insiden, terdapat korban luka dan seluruhnya sudah ditangani oleh tim medis.

Sebagian besar sudah bisa ditangani dan kembali ke rumah masing-masing, namun masih ada lima korban yang masih ditangani di rumah sakit. “Kami mohon kepada warga sekitar untuk tenang, dan jauhi lokasi kebakaran, kami lakukan pemblokiran jalan dibantu Polri dan TNI,” ujarnya.

Mengenai dampak kebakaran kilang minyak itu bagi pasokan BBM, Nicke memastikan bahwa pasokan BBM aman dengan mengoptimalkan produk kilang-kilang lain ke daerah-daerah yang selama ini disuplai dari Balongan, yaitu Jakarta dan Cikampek.

“Kami pastikan tidak ada kendala di dalam suplai BBM ini, karena sebetulnya kilang atau proccessing plant yang utama di dalam kilang ini tidak terdampak, jadi kebakaran hanya di daerah tangki saja.

Mulyono, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, juga memastikan kondisi stok nasional “sangat-sangat aman.” “Masyarakat tidak perlu panik, karena stoknya luber. Stok nasional gasoline [BBM] ada 10,5 juta barel, ini cukup untuk untuk 27-28 hari ke depan. Jadi tidak ada masalah karena pemakaian sehari nasional 62.500 kilo liter/hari. Solar tersedia hari ini 8,8 juta barel, ini cukup untuk 20 hari ke depan,” ujarnya.

Demikian juga untuk avtur, masih ada sekitar 3,2 jua barel, untuk 74 hari konsumsi. Kilang minyak di Balongan selama ini melayani pasokan BBM di daerah sekitar, yaitu Cikampek dan Plumpang. Mulyono juga memastikan begitu kebakaran bisa ditangani, nanti kilang langsung bisa beroperasi kembali. “Jadi tidak ada masalah dengan kilangnya. Sambil menunggu pemadaman, kira-kira 4-5 hari, mudah-mudahan sudah bisa normal,” ujarnya.

Dia memperkirakan selama pemadaman berlangsung, produksi yang tidak bisa dipasok dari kilang itu sebanyak 400.000 barel, dan untuk sementara ditangani dari kilang Cilacap dan kilang TPPI.

“Karena kilang Cilacap bisa dinaikkan produksinya sampai 300.000 ribu barel, sedangkan TPPI itu bisa sampai 500.000 barel. Dari Cilacap nanti akan dibawa kapal, supply langsung ke Tanjung Priok.

“Sedangkan dari TPPI nanti bisa disupply lewat TBBM Balongan. Jadi sekali lagi, tidak perlu panik, stoknya banyak dan kilang sebenarnya tidak ada masalah dan kita bisa cover kebutuhan dari kilang-kilang yang lain,” lanjut Mulyono.(*)

Editor : Aspani Yasland