Gubernur Herman Deru Prihatin 150 Ribu Hektar Areal Sawah di Sumsel tak Dapat Kuota Pupuk Bersubsidi

160

MAKLUMATNEWS.com —  Sebanyak 150 ribu hektar lahan sawah di Sumatera Selatan (Sumsel) tak kebagian kuota pupuk bersubsidi dari PT Pusri. Oleh sebab itu, Gubernur H.Herman Deru meminta BUMN produsen pupuk yang berpusat di kota Palembang ini,agar segera memberikan solusi atas permasalahan yang bisa mengganggu program Sumsel Lumbung Pangan Nasional tersebut.

Gubernur Herman Deru mengungkapkan kenapa 150 ribu hektar sawah tersebut tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi lantaran penentuannya berdasarkan keputusan Kementerian Pertanian dengan berpatokan pada data Kementerian Agrarian dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Artinya, kata Herman Deru,  lahan cetak sawah yang tidak atau belum terdata di ATR/BPN tidak mendapatkan pupuk bersubsidi. Dia menyebut untuk Sumsel sedikitnya masih ada 150 ribu hektar lebih lahan cetak sawah yg masih tercecer atau belum dipetakan.

“Artinya lahan cetak sawah tersebut tidak mendapat pupuk bersubsidi. Ini harus kita pecahkan melalui diskusi. 150 ribu lahan tersebut harus terbagi kuota itu. Harusnya kuota itu terbagi berdasarkan luas tanam bukan luas tanah,” tegasnya.

Gubernur Herman Deru menekankan, citra Sumsel sebagai lumbung pangan nasional harus diangkat dari semua sector, termasuk juga peran PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) dibutuhkan dalam upaya tersebut.

Ketika menerima kunjungan kerja Direktur Utama PT Pusri Tri Wahyudi Saleh di ruang tamu gubernur, Rabu, 14 Oktober 2020, Gubernur Herman Deru meminta, peran PT Pusri dalam peningkatan pertanian di Sumsel harus lebih ditingkatkan. Utamanya  kontribusi dalam mendukung program Sumsel Lumbung Pangan.

“Saya minta PT Pusri berkontribusi terhadap program kita dalam menjaga  kedaulatan pangan di Indonesia. Karena PT Pusri merupakan bagian dari sinergitas dalam meningkatkan pertanian. Tekad kita ini rasional. Kita menginginkan Sumsel ini kembali berjaya sebagai lumbung pangan,” kata HD.Lebih lanjut dikatakannya, agar upaya itu menuai hasil maksimal, dibutuhkan juga kerja yang koprehensif.

“Meningkatkan produksi pertanian itu tidak cukup dengan didorong infasrtuktur yang baik dan alsintan yang maksimal, tapi juga harus didukung dengan kuota pupuk yang cukup,” terangnya. Selain itu, dia juga meminta PT Pusri untuk berperan meningkatkan pengetahuan para petani.

“Saat ini sedang membuat pansel untuk menjaring 1000 orang PPL yang berkompeten di bidang pertanian. Mungkin PT Pusri bisa masuk untuk memberikan materi terkait pertanian itu khususnya manfaat pupuk bagi pertanian itu,” bebernya.

Gubernur juga menyoal  penyaluran CSR yang  harus menyentuh langsung ke petani seperti penyediaan alsintan dan lain sebagainya. Penyaluran CSR ini jangan sampai CSR itu keluar dari bidang PT Pusri.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pusri Tri Wahyudi Saleh mengatakan, pihaknya akan berupaya mendorong program pertanian Pemprov Sumsel. “Ini semaksimal mungkin akan kita dukung agar pertanian di Sumsel semakin meningkat,” pungkasnya.(*)

 

Editor : Aspani Yasland