Imam Masjid Kayuagung yang Dibacok Saat Sholat Maghrib, Akhirnya Meninggal Dunia

396

 

MAKLUMATNEWS.com— Innalilahi wainnailaihi rojiun, Muhammad  Arif,S.Pd, MM, Imam Sholat Maghrib di Masjid Kayuagung, Sumatera Selatan (Sunsel) yang menjadi korban pembacokan, akhirnya meninggal dunia, Senin subuh, 14 September 2020.

Kabar meninggalnya imam Masjid Nurul Iman ini, beredar luas di group WA dan infonya jenazah dikebumikan oleh daerah Komering. Semoga almarhum dalam surganya Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, Aamiin  yra…

Sebagaimana diketahui, almarhum Muhammad Arif mendapat musibah ketika terjadi insiden pembacokan tatkala dirinya menjadi Imam Sholat Maghrib di Masjid Nurul Iman yang terletak di Kelurahan Tanjung Rancing Kecamatan Kayuagung, Jumat 11 September 2020.

Sebagaimana telah diberitakan MAKLUMATNEWS.com, 12 September 2020 lalu, peristiwanya terjadi seperti ini.  Saat hendak memasuki raka’at kedua, imam masjid yang sedang memimpin solat tiba tiba tersungkur kena sabetan sebilah parang panjangm korban bernama Arif dibacok salah satu jemaahnya sendiri.

Akibat dari peristiwa itu, korban yang juga menjabat sebagai Ketua Masjid Nurul Iman tersebut mengalami luka serius di bagian wajah sebelah kanan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung untuk mendapatkan perawatan medis.

Sejauh informasi yang berhasil dihimpun, pelaku pembacokan bernama MY (50), warga Perumnas Tanjung Rancing Blok E Nomor 24. Hanya berkelang tiga rumah dari kediaman korban.

Pelaku sendiri saat ini telah diamankan di Mapolsek Kayuagung, sementara korban, karena lukanya sangat serius dirujuk ke Palembang dan langsung mendapatkan tindakan operasi untuk mengatasi luka mebgnagga di rahangnya. .

Saat ditemui di ruang SPKT Polsek Kayuagung, pelaku yang ditemani istrinya menjelaskan bahwa peristiwa pembacokan tersebut terjadi saat dirinya dan korban sedang melaksanakan sholat berjamaah di Masjid Nurul Iman. Menurut dia, tindakan yang dilakukan itu atas dasar adanya ketersinggungan dengan perkataan korban.

Pelaku yang diketahui merupakan salah satu anggota pengurus masjid yang ditugaskan di bidang perlengkapan dan kotak amal merasa tersinggung karena seolah-olah ada tuduhan bahwa pelaku sering mengambil isi kotak amal.

“Aku tersinggung pak, karena siang tadi saat usai melaksanakan sholat Jumat, korban mengatakan bahwa saya akan diganti serta tidak lagi ditugaskan di bagian perlengkapan dan juga kotak amal. Alasannya, kata korban isi kotak amal sering tidak klop jumlahnya, dan seolah-olah tuduhannya ke aku pak,” kata pelaku.

Kemudian, saat hendak melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, pelaku yang sudah menyimpan dendam terhadap korban, membawa sebilah senjata tajam jenis parang dari rumah dan berniat untuk menganiaya korban.

“Aku bawa dari rumah parang itu pak. Aku sudah kesal dengan korban. Jadi waktu raka’at pertama, aku langsung hampiri korban dan membacok korban,” kata pelaku dengan nada menyesal.

Atas kejadian itu, korban yang mengaku khilaf menyesali perbuatannya terhadap korban. “Aku nyesal pak, aku khilaf,” akuhnya.

Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy SH, S.IK, M.Si melalui Kapolsek Kayuagung, AKP Tarmizi membenarkan telah terjadi peristiwa penganiayaan di dalam Masjid Nurul Iman. Menurutnya, pelaku dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolsek Kayuagung.

“Pelaku dan barang bukti sebilah senjata tajam jenis parang sudah kita amankan di Mapolsek. Selanjutnya akan kita lakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi yang melihat kejadian ini. Pelaku akan kita kenakan Pasal 351 Ayat 2 dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun,” pungkasnya. (*)

Editor : Aspani Yasland