Ini Cara Meraih Kebahagiaan yang Hakiki

Semua orang ingin bahagia, tetapi adakalanya belum tahu caranya bagaimana. Begini caranya

178

Oleh: Emil Rosmali [ Wartawan MAKLUMATNEWS.Com ]

MAKLUMATNEWS.Com – Setiap hari kita mendengar betapa banyaknya diantara kita menangis dan mengaduh, dengan pergelutan hidup. Air mata pun meleleh dan isak tangis tiada henti. Dada bagaikan tersedak dan jiwa terguncang.

Setiap kita tentu ingin lepas dari jeratan masalah berganti dengan kehidupan yang bahagia. Tidak ada satupun manusia yang ingin hidup susah, gelisah, dan tidak merasakan ketentraman.  Namun silih berganti soal yang hadir dalam kehidupan membuat rasa bahagia belum juga singgah.

Kebahagian memang berbeda artinya diantara kita,   sebenarnya kebahagiaan tidak selalu berupa kemewahan dan keberlimpahan materi duniawi. Dalam agama sebenranya kebahagiaan itu tak hanya mengedepankan materi. Allah Ta’ala berfirman: “..dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa”. (Qs. Al-An’am: 153)

Berarti kebahagiaan hanya dapat diperoleh dengan meniti jalan yang digariskan oleh Allah. Yang dimaksud dengan meniti jalan Allah adalah menaati perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya dengan ikhlas dan benar.

Bahagiakan Jiwamu

Sehingga sudah dapat dipastikan bahwa orang yang meninggalkan jalan yang digariskan oleh Allah akan, tidak tenang dan tidak bahagia. Karena ia akan mencari jalan dan sumber kebahagiaan pada jalan yang dibuat dan digariskan oleh selain Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman:’’Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS.Thaha [20]: 123.

Dalam kehidupan ini yang yang disebut jasad da nada hati. Maka kehidupan ini bukan hanya membutuhkan kebahagiaan dalam jasad saja tetapi juga kebahagiaan hati yang hakiki yang membawa gembiira dan kehidupan yang dirasakan menyenangkan.

Adapun petunjuk Islam memenuhi kebutuhan keduanya (ruh dan jasad) secara adil. Ruh dipenuhi kebutuhannya dengan cahaya wahyu dari langit dan menjaga kesehatan jasad dengan pememenuhan hajat syahwat dan syahwat melalui cara yang halal dan thayyib. Allah Ta’ala berfirman: ‘’Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. (QS. al-Qashash [28]:77).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kepada ummatnya untuk menunaikan hak kepada pemiliknya masing-masing. “Sesungguhnya Rabbmu punya haq darimu, dirimu punya haq darimu, keluargamu juga punya hak, maka berilah setiap hak kepada pemiliknya” ( HR. Bukhari).

Tidak ada sesuatupun yang meneguhkan dan menegarkan hati, kecuali karena  telah merasakan lezat dan manisnya keimanan. Sehingga mereka merasakan ketenangan batin dan ketegaran saat menghadapi ancaman, termasuk ancaman pembunuhan sekalipun. Tiada kebahagiaan tanpa sakinah (ketenangan) dan thuma’ninah (ketentraman).Dan tiada ketenangan dan ketentraman tanpa iman. Allah Ta’la berfirman tentang orang-oranf beriman: ‘’Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). (Qs Al-Fath: 4).

*Bukan Duniawi*

Keimanan melahirkan kebahagiaan dari dua sisi. Selain Iman dapat menghindarkan dan memalingkan seseorang dari ketergelinciran ke dalam dosa yang merupakan sebab ketidak tenangan dan kegersangan jiwa., Juga Keimanan dapat menjadi sumber utama kebahagiaan, yakni sakinah dan thuma’ninah. Sehingga di tengah lautan masyakil (probematika) dan krisis hidup tidak ada jalan keluar dan keselamatan selain Iman.

Oleh karena itu orang yang tanpa iman di hatinya dipastikan akan selalu dirundung rasa menderita, was-was, kahwatir, gelisah, dan galau. Adapun bagi orang beriman. Meras bahagia bersama Allah.

Hati yang dipenuhi iman memandang biasa saja setiap kesulitan yang menghimpit, kerana orang beriman selalu menyikapi segala persoalan dengan tawakkal kepada Allah. sedangkan hati yang kosong, tanpa iman tak ubahnya selembar daun rontok dari dahannya yang diombang-ambingkan oleh angin.

  Dalam kehidupan dunia Allah Ta’ala telah menjanjikan kebahagiaan bagi orang-orang beriman dan beramal shaleh:’’Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(Qs An-Nahl [16]:97).

Ayat tersebut menegaskan bahwa orang yang beriman dan beramal shaleh akan dihidupkan di dunia dengan kehidupan yang baik; bahagia, tenang, tentram, meski hartanya sedikit.

Sedangkan kebahagiaan di akahirat Allah berjanji akan tempatkan dalam surga dan kekal di dalam selama-lamanya; “Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya” ( Qs Hud [11]:108)

Singkatnya, dengan iman seorang hamba dapat meraih kebahagiaan hakiki di dunia dan di akhirat. Jadi, Islam telah datang dengan konsep dan jalan kebahagiaan yang abadi, yang mencakup kebahagiaan di dunia dan di akhirat.  Allah mengingatkan bahwa siapa yang menghendaki balasan dunia, maka Allah memeiliki balasan di dunia dan akhirat; ‘’Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat.(Qs An-Nisa [4]: 134).  Bahagia bagi seorang Muslim yang beriman  ada disisi Allah jauh lebih baik dan kekal abadi.(*)