ADSCOPE

Inilah Pidato Politik Pertama Moeldoko  

149

 

MAKLUMATNEWS.com – Moeldoko memberikan pidato politik pertamanya sebagai Ketum versi KLB Deli Serdang. Dia mengklaim tidak memiliki kekuatan untuk memaksa para kader Partai Demokrat untuk memilih dirinya jadi ketua umum.

“Saya sama sekali tidak punya kekuatan untuk memaksa saudara-saudara untuk memilih saya, tapi semua lahir dari sebuah keyakinan,” kata Moeldoko.

Dia pun bersyukur telah dipilih. Dia pun berharap Partai Demokrat bisa menggemparkan Indonesia. Yaitu dengan memiliki Marzuki Alie yang berlatar belakang politik, serta para DPP, DPC dan organisasi sayap.

“Pak Marzuki Alie punya pengalaman di partai politik yang luar biasa, saya punya pengalaman di Militer dan pemerintahan, para pendiri parpol Demokrat, para senior memiliki filosofi dan kebijakan yang sangat tinggi, para DPP, DPC, dan organisasi sayap memiliki semangat yang menggelegar, luar biasa, jadi kalau semua kekuatan ini disatukan maka akan menggemparkan Indonesia,” ungkapnya sebagaimana dikutip MAKLUMATNEWS.com dari Merdeka.com.

Di sisi lain, Ketum Demokrat AHY menegaskan telah menyiapkan tim hukum untuk melaporkan para pelaku KLB Deli Serdang ke penegak hukum. AHY berjanji akan melawan segala bentuk upaya kudeta yang dilakukan dengan cara ilegal.

Dalam KLB itu, Marzuki didaulat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai. Sementara Sekjen di bawah kepemimpinan Jhoni Allen.

Sebelumnya, Moeldoko yang tidak hadir secara langsung di KLB tersebut pun menyampaikan sambutan melalui sambungan telepon.

Sebelum menerima keputusan secara sah, ia melontarkan tiga pertanyaan kepada seluruh kader partai yang ada di lokasi acara. “Walaupun secara aklamasi rekan-rekan telah memberi kepercayaan kepada saya, saya ingin memastikan, atas amanat ini, tolong saudara-saudara jawab.

Apakah KLB ini sesuai AD/ART atau tidak?” tanya Moeldoko.

“Sesuai!” jawab peserta KLB serentak.

“Kedua, saya ingin tahu keseriusan kalian memilih saya sebagai ketua umum Partai Demokrat. Serius atau tidak?” tanya mantan panglima TNI itu lagi.

“Serius!” jawab para kader.

“Ketiga, apakah saudara-saudara siap menempatkan merah putih di atas kepentingan pribadi atau golongan?”

 

“Siap!”

 

Setelah mendengar jawaban para peserta KLB, Moeldoko pun menerima keputusan yang telah ditetapkan.

 

“Baik, dengan demikian. Saya menghargai dan menghormati keputusan saudara. Oke, kita terima menjadi ketua umum,” tandasnya.

 

Moeldoko diputuskan sebagai ketua umum terpilih setelah melalui proses pencalonan dan pemilihan suara. Moeldoko, yang dicalonkan DPD Kalteng, Sulteng, Papua Barat dan Aceh mengalahkan Marzuki Alie, yang dicalonkan DPD NTB.

Pimpinan sidang Jhoni Allen Marbun mengungkapkan, meskipun Moeldoko tidak bisa hadir, penetapan ketua umum baru tetap dilakukan.

“Seharusnya kita harus tunggu beliau hadir. Tetapi karena kebutuhan hati nurani, kita proses sesuai prosedural,” ucap Jhoni sebagaimana dikutip MAKLUMATNEWS.com dari MediaIndonesia.com.(*)

 

Editor : Aspani Yasland