Istimewanya Orang Indonesia ini, Bisa Bebas Leluasa Keluar Masuk Masjidil Haram di Masa Covid-19

126

 

MAKLUMATNEWS.com – Laki-laki ini bernama Badar. Pria asal Banten ini sangat beruntung diantara jutaan orang Indonesia, yang bisa leluasa bebas masuk keluar area Masjidil Haram Makkah Al Mukarromah, terutama dimasa pandemi Covid-19, yang sekarang ini masih tutup total. Lalu apa istimewanya lelaki ini?

Ternyata Bandar yang sudah tiga tahun bermukim di kota suci Makkah ini, adalah seorang petugas pelayan Muazin (khodimun muazin) Masjidil Haram. Tugasnya melayani kebutuhan muazin (petugas azan sholat lima waktu) seperti membawa peralatan sound system untuk Imam-Imam Masjidil Haram di depan Ka’bah. Sebuah profesi yang tidak semua orang bisa dicerahi tugas yang penuh dengan kepercayaan ini.

Cerita ketika Masjidil Haram tutup total karena pandemi Covid 19, dimana hanya orang-orang tertentu yang boleh masuk dan mengerjakan sholat lima waktu, Bandar justru sangat beruntung, dengan atribut bajunya, dia bisa leluasa, bebas, tak kenal waktu masuk mendekati Kabah dan tawaf.

“Saya seumur-umur baru kali ini, bisa tawaf sendiri, tiada jamaah, bahkan saya bisa sampai 140 kali putaran, 70 kali berhentai sejenak, kemudian lanjut 70 kali lagi, itu pun kadang saya sendirian, sesudah Subuh  baru pulang,” ujar Bandar yang pernah mondok di Banten ini.

“Saya juga sedih melihat kondisi ini, saya berharap bagi yang merindukan Masjidil Haram untuk umroh atau haji, mudah-mudahan Allah Swt cepta mengangkat musibah ini, Allahumma Balighna Hajjan wa Umroh Wal ziarahtuh,” ujar Bandar.

Orang Indonesia yang terpilih, beruntung dan dipercaya oleh khodimun al haramain ini, sedikit bercerita, pekerjaannya sebagai pelayan muazin ini menjadikan dirinya sangat dengan para Imam Majidil Haram. “Saya sangat dekat dengan Imam Syeikh Bandar Ballelah,” ucapnya.

Dia mengungkapkan dirnya nyaris 24 jam berada di Majidil Haram, bahkan dia terkadang disarankan untuk istirahat saja di kamar yang ada di ruangan muazin Masjidil Haram yang mewah tersebut. Di kamar itu, katanya, ada tangga khusus untuk ke kamar mandi, sehinga tak perlu keluar lagi.

“Saya kan ada punya masah, sidik jari saya sudah direkam sehingga bisa keluar masuk kamar mandi tersebut, yang juga sering dipakai para imam dan muazin,” jelas Bandar yang diwawancarai di depan Hotel Daarut Tauhit, pelataran Masjidil Haram ini.

Lalu kenapa dia bisa sampai bekerja di kota suci ini, Bandar mengemukakan semua ini berkat doa orang tuanya, khususunya ibunya. “Jadi kalau kita bercita-cita dan berdoa selalu dikaitakan dengan birru widain, maka Allah akan kabulkan dengan mudah,” ujar Bandar. (*)

Editor : Aspani Yasland