ADSCOPE

Kantor Kesra dan BPKAD Sumsel Digeledah Kajati Sumsel

175

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Jajaran Kejaksaan Tnggi (Kajati) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan pengeledahan Kantor Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sumsel terkait dengan pembangunan Masjid Sriwijaya.

Pengeledahan Kantor Biro Kesra Provinsi Sumsel tersebut dilakukan sekitar Pukul 10.30 WIB lalu dilanjutkan ke Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumsel.

Berdasarkan pantauan yang dilapangan, dari penggeledahan tersebut jajaran Kejati mengamankan beberapa dokumen yang terkait dengan permasalahan pembangunan masjid Sriwijaya tersebut.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sumsel, Abdul Hamid mengatakan, penggeledahan kantor Kesra Sumsel ini, terkait dengan permasalahan pembangunan masjid Sriwijaya Sumsel. “Pihak kejaksaan sudah mengamankan beberapa barang bukti berupa dokumen. Mulai dari tahun 2014 sampai 2017,” katanya.

Lanjutnya, pihaknya tidak mengetahui permasalahannya apakah ada kaitannya dengan dana hibah atau tidak. “Ya saya kurang tahu namun yang pasti penggeledahan ini terkait dengan pembangunan Masjid Sriwijaya Sumsel,” ujar Hamid.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat dimintai tanggapan mengenai penggeledahan kantor Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang dilakukan Kejati terkait Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya mengatakan, dirinya merasa sedih terkait kasus pembangunan Masjid Raya Sumsel. “Pembangunan Masjid Sriwijaya ini merupakan cita-cita orang banyak tapi sayangnya harus berakhir tragis. Ini yang saya sedihkan,” katanya.

Lanjutnya, padahal pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp200 Miliar untuk melanjutkan atau meneruskan pembangunan Masjid Raya Sumsel pada tahun ini. “Namun saya mendapatkan saran dari pihak kejaksaan untuk jangan dulu melaksanakan atau meneruskan pembangunan masjid Raya Sumsel itu sebelum dilakukan audit konstruksi. Karena mendapatkan saran itu saya ikuti, makanya pembangunannya distop dulu sampai audit konstruksi selesai,” ujar Deru.

Deru mengungkapkan, sebenarnya Masjid Raya Sumsel ini sudah selesai pembangunannya pada tahun ini kalau tidak ada permasalahan ini. “Karena belum dilanjutkan pembangunannya maka anggaran yang sudah ada mungkin akan digunakan untuk yang lain. Dan mudah-mudahan dananya akan lebih besar lagi kedepannya,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa dirinya tidak akan mengintervensi terkait permasalahan ini dan dirinya juga tidak bisa menjawab mengenai hasil audit yang dilakukan BPK dan Inspektorat karena takut salah angka.

Reporter : Maulana