Ketua DPRD Pagaralam Dilaporkan Wartawan Ke Polisi Karena Status FB ‘ Wartawan Plat Merah’

206

MAKLUMATNEWS.com, PAGARALAM — Terkait postingan di beranda akun Facebook (FB) atas nama Jenni Alnabi Harlin, yang diketahui milik Ketua DPRD Pagaralam Jenni Shandiya yang menyatakan “Pers Pelat Merah”. Berbuntut panjang. Karena status FB ini diduga melecehkan dan merendahkan profesi wartawan, menyebabkan sejumlah wartawan di Pagaralam melaporkan hal tersebut ke Mapolres, Kota Pagaralam, Kamis (15/10/2020).

Dalam postingan di akun Facebook pribadi milik Jenni Alnabi Harlin menuliskan, “Apasih Sih Masalah Mahasiswa ?”.
Sepenggal kalimat yang belum selesai dan dipotong awalnya, sehingga jelas menimbulkan banyak persepsi.

Dalam tulisan yang sama, Ditambah lagi pers sebagai control sosial tidak ada yang pernah menghubungi untuk mengetahui bagaimana keadaan dan apa yang sebenarnya disampaikan, kecuali ada beberapa rekan rekan kebetulan “Wartawan” menanyakan posisi dimana..?

(Padahal pers ‘Plat Merah’ seharusnya wajib untuk mencari tau jika mereka paham UU tentang pemerintah daerah,, dimana DPRD bagian dari sana juga…heheh).

kecewa..??

Tidak..

Sebab masyarakat sudah cerdas,,mereka tidak hanya membaca berita saja, tetapi mereka mengikuti kejadian per kejadian yang sebenarnya tanpa dipelintir oleh orang2 yang punya kepentingan lainya, “ terang cuitan itu., Sabtu (10/10/2020) lalu.

Postingan tersebut membuat emosi wartawan di Pagaralam dan kesannya hendak membenturkan sesama wartawan, aparat penegak hukum dan sebagainya.

“Kemudian itu seolah olah menghina dan menyepelekan profesi mulia wartawan, jadi kami merasa terhina dan dirugikan dengan postingan “Pers plat Merah” tersebut,” ucap salah satu kabiro media Starindonews.com, Kafi.

Lanjut Kafi, Sebagai wartawan, harga diri serta profesi wartawan diremehkan dan diinjak – injak.

“Karena profesi wartawan itu mulia, sebagai kontrol sosial, pendidikan, olahraga, hiburan, informasi, mencerdaskan dan seterusnya, untuk itu kami minta Polres Pagaralam serius menuntaskan permasalahan ini,” tegasnya.

Dikatakan Kafi, kegeraman dan kemarahan wartawan Pagaralam semakin bertambah, manakala PWI Provinsi Sumsel juga ikut risih terkait postingan ketua DPRD tersebut.

“PWI Provinsi bahkan mungkin PWI Pusat, apalagi kita (daerah) sangat, terusik dan dirugikan,” kata dia.

Sementara itu Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara S.Ik MH melalui KA.SPKT.Bripka Murdani membenarkan adanya laporan tersebut. “Ya, laporannya sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti,” kata dia.

Sementara itu ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kota Pagaralam Asnadi M Aridi mendukung langkah tersebut. “ Silahkan bila memang kawan kawan pers yang melaporkan terkait postingan tersebut. Kami dari PWI siap melakukan pendampingan dan mediasi dalam penyelesaian persoalan ini, jadi biarkan kepolisian bekerja dulu secara profesional dalam menindaklanjuti laporan ini,” tuturnya.

Sebelumnya saat dikonfirmasi oleh Wartawan pada hari Senin (12/10/2020) diruang Sidang Paripurna, Ketua DPRD Pagaralam Jenni Shandiya mengaku yang dimaksudnya “Pers Plat Merah” adalah pemerintah bisa jadi humas di sini (DPRD) bisa jadi wartawan pemerintah.

“Yang dimaksud Pers Plat Merah adalah wartawan Humas Kominfo, karena yang ditanda kutif itu saya sendiri yang tau,” jelas Jenni.

Saat pelaporan, belasan wartawan baik cetak maupun online mendatangi Polres Pagaralam guna membuat laporan. Laporan wartawan diterima, Kamis (15/10/2020 ) dengan nomor STTLP../ 109 l ./ B/ X 2020.-SPKT.Polres Pagaralam.

Reporter : Dicky Wahyudi