DI KONTEN

KHOTBAH JUMAT : Sahabat Ustman bin Affan Ra Justru Menangis Karena Ini, Bukan pada Azab Neraka

118
ramadan oki

 

MAKLUMATNEWS.com – Banyak sudah orang yang meninggal dunia lantaran Covid-19, belum lagi banyak bala’ yang menimpa negeri ini seperti para ulama yang disandera dan himpitan ekonomi lainnya. Oleh sebab itu,  umat Islam patut bersyukur karena sampai saat ini masih diberikan-Nya kesehatan dan beragam nikmat hingga pertengahan bulan sya’ban ini dan dalam hitungan hari kita semua memasuki bulan puasa ramadhan.

Bersyukur itu tentu akan selalu diisi dengan berbagai upaya untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt, sebab takwa adalah sebaik-baik bekal menuju akhirat. Dalam menuju akhirat, maka setiap orang harus melalui alam kubur. Ada kisah menarik seputar alam kubur ini sebagai diutarakan oleh khalifah Ustman bin Affan Ra.

Kisah yang mengharukan itu disampaikan khotib Ustadz Darul Qutni, Sag dalam khotbah-jumat- nya di Masjid Ash Shaff, Bukit Baru III, Jalan Letjen Alamsyah RPN, Palembang, Jum’at, 26 Maret 2021.

Dihadapan jamaah sholat jumat, Ustadz Darul Qutni mengisahkan sahabat Rasulullah, Ustaman bin Affan Ra yang selalu menangis sedih ketika bicara seputar  alam kubur.

Khotib menceritakan bahwa sahabat Usman tidak menagis sama sekali bila mendengar kisah azab neraka, juga situasi hura hara di hari kiamat. Padahal keduanya sangat menakutkan semua orang.

“Tapi ketika Ustman bin Affan  mendengar tentang ikhwal alam kubur, maka dia sontak menangis tersedu-sedu,” kata khotib Darul Qutni.

Lantas Ustadz Darul Qutni melanjutkan kisahnya. Sahabat lalu bertanya,  “Mengapa engkau menangis wahai amirul mukminin” .

Jamaah Sholat Jumat di Masjid Ash Shaff Palembang

Mendengar sahabatnya tersebut, Ustman bin Affan Ra pun menjawab,” Jika aku di neraka aku masih bersama dengan orang-orang lain. Di hari kiamatpun aku masih bersama dengan orang-orang lain. Tapi jika aku di alam kubur aku sendirian. Tak seorangpun mau tinggal bersamaku di alam kubur.”

Kemudian beliaupun melanjutkan bicaranya. Pemegang kunci kubur adalah Malaikat Israfil. Dia akan membukanya nanti di hari kiamat. Dan Malaikat Israfil selalu bilang,” Siapa di dunia merasa dalam penjara, di kubur inilah surganya. Siapa yang di dunia merasa dirinya seperti surga, dalam kubur inilah penjaranya. Barang siapa merasa kehidupan dunia menjadi ikatannya, maka mautlah yang memisahkannya. Barang siapa yang meninggalkan nasibnya di dunia, ia diberi nasib yang lebih baik di akheratnya.”

Kemudian Malaikat israfilpun bekata lagi,”Sebaik-baiknya manusia adalah yang meninggalkan dunia lebih dahulu sebelum dunia meninggalkannya. Berusaha memperoleh keridhaan Tuhannya sebelum bertemu dengan Allah sendiri serta  menyemarakkan kuburnya sebelum mati.”

Khotib Darul Qutni mengajak jamaah agar kisah khalifah yang dijamin masuk surga ini, menjadi ibrah dalam menjalani hari-hari hidup di dunia ini.(*)

 

Editor : Aspani Yasland