Komisaris PT TIKI Palembang H.Haris Jumadi : Jakarta PSBB, Pengiriman Paket Masih Normal

39

 

MAKLUMATNEWS.com — Perusahaan jasa pengiriman paket logistik di Palembang memastikan kurir ke Jakarta masih terbilang normal meski saat ini di ibu kota tersebut sedang dilakukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Senin, 14 September 2020 lalu.

Meskipun masih terbilang normal, namun, perusahaan jasa pun telah membuat antisipasi dengan surat edaran yang memaklumkan kepada para pelanggan bahwa adanya PSBB bisa saja membuat kiriman menjadi tidak tepat waktu.

Komisaris Titipan Kilat (TIKI) Palembang, H. Haris Jumadi mengatakan, pihaknya sudah membuat surat edaran yang disebar ke semua cabang dan kantor layanan TIKI mengenai kebijakan PSBB di Jakarta.

Bahwa, perusahaan hingga batas waktu yang belum ditentukan tidak janji waktu pengiriman dan pengantaran paket ke DKI Jakarta akan sampai sesuai jadwal. Pengumuman tersebut dibuat agar bisa diteruskan ke pelanggan sehingga mereka bisa paham dan tidak komplain.

“Tidak ada batasan barang yang dikirim hanya saja waktunya tidak bisa dipastikan tapi akan dimaksimalkan tepat waktu,” kata Haris Jumadi.

Sementara itu, Branch Manager JNE Palembang, Muhammad Daud mengatakan, proses pengiriman paket dan logistik dari Palembang tetap berjalan normal.

“Jasa pengiriman menjadi salah satu pengecualian beroperasi atau bisa beroperasi dengan izin khusus karena sifatnya layanan jadi tidak terlalu ada hambatan,” katanya

Daud mengatakan, melihat penerapan PSBB sebelumnya, layanan pengantaran paket masih berjalan. Namun, ada sedikit kesulitan ketika mengantar barang ke kantor. Sebab sebagian karyawan yang bekerja di kantor beralih bertugas dari rumah.

“Kami sempat menerapkan kebijakan tidak membatasi jenis dan jumlah kiriman. Tapi ke konsumen kami jelaskan kalau pengiriman di beberapa kota kena lockdown. Karena ekspedisi tidak menjamin paket yang dikirim khususnya makanan tidak rusak,” katanya.

Berkaca dari PSBB beberapa waktu lalu di Jakarta, JNE sempat terdampak penurunan omzet hingga 50 persen. Karena pada awal pandemi Covid-19 banyak UMKM tidak lagi melakukan aktivitas produksi sehingga permintaan pengiriman paket merosot.

“Padahal selama ini UMKM ini cukup besar menyumbang omset jasa kurir,” ujarnya. (*)

Reporter : Kamayel Ar-Razi

Editor      : Aspani Yasland