NASIONAL

KPK Dalami Keterlibatan Mendag Zulkifli Hasan dalam Kasus Penerimaan Suap yang Menjerat Rektor Unila

#Zulkifli Hasan Membantah#

MAKLUMATNEWS.com, Palembang — Diduga ada keterlibatan Mendag Zulkifli Hasan dalam kasus dugaan suap yang menjerat Rektor Unila nonaktif, Karomani, KPK menyatakan akan mendalaminya.

Menyusul dalam persidangan terakhir, Karomani menyebut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menitipkan keponakannya agar bisa lolos menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Terkait hal ini, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan pihaknya akan mendalami pengakuan Karomani.

“Semua fakta sidang pasti akan dikonfirmasi dan didalami,” kata Ali dalam pesan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (1/12/2022).

Menurut Ali, jika memang keterangan Zulkifli Hasan dibutuhkan, Jaksa KPK akan memanggilnya sebagai saksi untuk dilakukan konfirmasi.

Fakta persidangan tersebut kemudian akan dianalisis untuk memastikan adanya keterkaitan dengan alat bukti lain sehingga membentuk fakta hukum.

“Bila dibutuhkan keterangan sebagai saksi, jaksa juga akan memanggilnya untuk dikonfirmasi,” ujar Ali.

Menurut Karomani, mahasiswa titipan Zulkifli Hasan itu berinisial ZAG.

Mulanya, penitipan itu disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung, Ary Meizari Alfian.

Ary menyebut ZAG merupakan titipan sekaligus keponakan Zulkifli Hasan.

Karomani kemudian menyatakan akan membantu ZAG asalkan sesuai SPI dan nilai passing grade di atas 500.

“Saya diberi tahu oleh Ary, ‘ZAG ini keponakan Pak Zulkifli (Hasan), tolong dibantu’,” kata Karomani.

Menurut Karomani, ZAG kemudian memberikan uang yang disebut sebagai ‘infak’ setelah dinyatakan lolos seleksi calon mahasiswa baru Unila.

Meski demikian, Karomani mengaku tidak mengetahui jumlah persis uang tersebut.

Uang itu diterima seorang dosen Unila, Mualimin yang menjadi kepercayaan Karomani.

Jaksa KPK lantas mengungkapkan bahwa ZAG tidak memenuhi syarat masuk Unila. NIlai passing grade hanya 480.

Namun, Karomani mengaku baru mengetahui ZAG tidak memenuhi standar minimal passing grade setelah menjalani penyidikan.

BACA JUGA  Indonesia Pavilion, Apresiasi Karya Anak Bangsa di Event Internasional

“Nilai ZAG di bawah 500 baru saya tahu setelah penyidikan karena saya tidak cek satu-satu.

Kalau saya tahu dari awal, pasti saya batalkan kelulusannya masuk Unila,” kata Karomani.

Sebelumnya, Karomani dan sejumlah bawahannya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Bandung pada 20 Agustus.

Karomani diduga menerima suap hingga lebih dari Rp 5 miliar terkait penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila.

Sebagai rektor, Karomani berwenang mengatur mekanisme Seleksi Mandiri Masuk Unila (Simanila) tahun akademik 2022.

Ia kemudian memerintahkan sejumlah bawahannya untuk melakukan seleksi secara personal terhadap orangtua peserta Simanila yang sanggup membayar tarif masuk Unila.

Biaya ini di luar pembayaran resmi yang ditetapkan kampus.

Bawahan Karomani yang tersebut antara lain, Wakil Rektor I Bidang Akademik Heryandi dan Kabiro Perencanaan dan Humas Budi Sutomo.

Proses ini juga melibatkan Ketua Senat Unila Muhammad Basri.

Selain itu, Karomani juga memerintahkan dosen bernama Mualimin untuk mengumpulkan uang dari orangtua mahasiswa yang telah diluluskan.

 

Bantahan Zulkifli Hasan

Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membantah menitipkan keponakannya untuk masuk Universitas Negeri Lampung (Unila).

Dikabarkan, keponakan Zulkifli Hasan itu bernama Zaky Algifari (ZAG).

“Tidak ada ponakan yang daftar Unila,” kata dia melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Kamis (1/12/2022).

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menegaskan tidak memiliki keponakan bernama Zaky Algifari.

Dia bahkan mengaku tak mengenal Rektor nonaktif Unila Karomani .

“Tidak kenal Prof Karomani, apalagi kasih wangsit,” Zulkifli. (*/dari berbagai sumber)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button