DI KONTEN

Mengaku Kebun Karet Mereka Dicabuti, Ratusan Warga Lahat Rusak Kantor BKSDA

282
ramadan oki

MAKLUMATNEWS.com, LAHAT – Buntut dari sengketa lahan antara warga dan pihak BKSDA Lahat pecah. Ratusan warga Desa Padang Baru, Kecamatan Merapi Selatan, kembali terlibat bentrok dengan pihak BKSDA wilayah II, Lahat. Jika sebelumnya warga hanya melakukan aksi, menduduki lahan yang jadi sengketa. Kali ini ratusan warga yang masing-masing membawa golok, arit, hingga pedang ini, nekat melakukan aksi anarkis. Melempari kantor pusat pelatihan gajah, hingga adu fisik dengan petugas BKSDA.

Meledaknya kekesalan warga ini, bermula Senin (4/3) lalu. Dipicu gara-gara pihak BKSDA mencabuti tanaman karet warga sebanyak 4000 ribu batang, di lahan yang masih jadi sengketa. Kendati pintu masuk sudah dihalau anggota Polri dan TNI. Ratusan warga baik pria maupun wanita, muda dan tua, yang semuanya membawa senjata tajam ini, rupanya berhasil menerobos brikade petugas.

Warga yang sudah terlanjur kesal pun langsung melakukan aksi pelemparan batu, ke kantor pusat pelatihan gajah. Kaca-kaca kantor, atap, hingga sejumkah isi kantor, rusak diamuk warga. Bahkan sejumlah warga, ada yang berniat hendak melakukan pembakaran kantor para pawang gajah.

“Kami selama ini sudah nurut. Kata polisi pulang, kami pulang. Ini tanaman kami mereka cabut, mereka ini sudah menginjakkan kepala,” teriak warga disela menerobos brikade petugas.

Sementara, Kades Padang Baru, Syamrul yang saat itu sudah tidak bisa lagi menghalau tindakan warga menuturkan, dirinya sadar dari sisi hukum, masyarakat desanya memang bersalah. Tapi dari analisanya, masyarakatnya tidak bakal bertindak anarkis, jika tidak diperlakukan seperti ini. Kini masyarakat sedang menunggu tindakan Bapak Bupati Lahat, agar bisa menyelesaikan permasalahan ini.

“Ini bentuk kekecawaan masyarakat. Masyarakat ini sebenarnya sudah sangat nurut, dengan pemerintah dan aparat. Seharusnya selesaikan dahulu persoalan sengketa ini, baru pihak BKSDA ambil tindakan,” tuturnya, Selasa (5/3), seperti dikutip dari Detiksumsel.

Banyaknya jumlah warga, membuat petugas saat itu tidak bisa mencegah terjadinya aksi anarkis warga. Bahkan akibat emosi warga yang sudah memuncak, warga nekat melakukan aksi fisik terhadap pegawai BKSDA yang saat itu berada di lokasi. Beruntung anggota Polisi dan TNI dapat ambil tindakan cepat, sehingga tidak ada korban jiwa.

“Kami selaku aparat penegak hukum sudah sering melakukan upaya mediasi, hingga menggiring masalah ini ke pihak Pemkab Lahat, agar ada titik penyelesaian. Kita ingatkan kepada warga, agar tidak bertindak anarkis, selesaikan dengan kepala dingin,” kata Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap Sik, melalui Kapolsek Merapi, AKP Herly Setiawan.

Hingga berita ini dimuat, Bupati Lahat, Cik Ujang SH, Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIM, sedang melakukan upaya mediasi kepada warga. Mencari titik penyelesaian perselisihan antara warga dengan pihak BKSDA.

EDITOR : MIMBAR AS