DI KONTEN

MUI dan PBNU Kecam dan Kutuk Aksi Teror Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

90
ramadan oki

MAKLUMATNEWS.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras dan mengecam terjadinya aksi teror bom di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 28 Maret 2021.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum MUI KH Anwar Abbas dan Ketua Pengurus Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Robikin Emhas yang dirangkum MAKLUMATNEWS.com dari MoeslimChoice.com, Ahad, 28 Maret 2021.

Atas peristiwa bom bunuh diri tersebut, Wakil Ketua MUI Pusat KH Anwar Abbas selanjutnya meminta agar kejadian tersebut  tidak dikaitkan dengan agama maupun suku-suku tertentu.

“MUI mengutuk keras peristiwa (teror bom) pagi ini yang telah membuat ketakutan di tengah-tengah masyarakat dan telah membuat jatuhnya korban jiwa,” tegasnya di Jakarta.

Pihaknya menilai tindakan pelaku tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama mana pun.

Oleh karena itu, Anwar Abbas mendesak Polri bertindak cepat untuk menangkap pelaku peledakan bom Makassar tersebut.

“MUI meminta pihak aparat untuk mencari dan menangkap pelaku serta membongkar motif dari tindakan yang tidak terpuji ini,” ucapnya.

Sedangkan Ketua PBNU KH. Robikin Emhas menyebutkan, seluruh umat manusia adalah saudara yang tidak bisa dibatasi karena perbedaan suku, agama, ras, dan warna kulit atau golongan.

“Setiap tindakan kekerasan yang mengancam rusaknya hormani sosial tidaklah bisa dibenarkan, apalagi berupa teror dalam bentuk bom,” kata Robikin kepada awak media, Minggu, 28 Maret 2021.

Robikin mengatakan, tindak kekerasan berupa teror bom harus dikutuk. Sebab, kata dia, ajaran agama tidak menganjurkan tindak kekerasan kepada sesama umat manusia.

“Kekerasan dan teror bukan ajaran agama. Agama apa pun tidak mengajarkan dan membenarkan hal itu (teror bom),” ujar Robikin.

Sebagaimana diketahui bahwa telah terjadi bom meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 28 Maret 2021 pagi sekitar pukul 10.28 WITA.

Sejauh ini baru ditemukan potongan tubuh manusia yang diduga pelaku bom bunuh diri, terdapat lima petugas gereja dan empat jemaat yang dilarikan ke rumah sakit. (*)

Editor: Aspani Yasland