ADSCOPE

Perludem: Mantan Terpidana Didorong Maju dalam Pilkada 2020

176

 MAKLUMATNEWS.com —   Anggota Dewan Pembina Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi) Titi Anggraini mengungkapkan ada daerah yang akan mendorong mantan terpidana untuk maju dalam Pilkada  Serentak 2020 nanti.

“Karena dari data kami sudah ada beberapa daerah yang akan mendorong mantan terpidana sebagai calon. Mantan terpidana korupsi misalnya ada di 5 daerah yang sudah terpenuhi persyaratan untuk mengajukan pencalonan tinggal menunggu pendaftaran,” kata Titi saat sosialisasi pencalonan Pilkada serentak 2020, Rabu, 2 September 2020 sebagaimana dikutip MAKLUMATNEWS.com dari kabar24.com.

Dikatakan, Perludem merekomendasikan sejumlah langkah yang perlu dilakukan penyelenggara Pemilu selama tahapan Pilkada sentak 2020. Salah satunya soal aturan mantan terpidana mencalonkan diri di Pilkada.

Titi mengatakan penyelenggara pemilu perlu memastikan soliditas dan kemampuan internal dalam membangun kesepahaman agar bisa mewujudkan seluruh aturan.

Perludem di antaranya menyebut soal konsistensi dan keseragaman dalam pemaknaan aturan main pencalonan. Terutama seperti aturan mantan terpidana di Pilkada.

Dia menjelaskan keseragaman aturan juga diperlukan terhadap calon tunggal. Perludem menyebut KPU perlu menggugah partai-partai di daerah yang berpotensi memiliki calon tunggal untuk mengusung calon lain sebagai penantang.

“Dari data kami juga ada 36 daerah yang berpotensi ada calon tunggal. 30 kabupaten dan 6 kota. Tapi ini sangat dinamis karena kecenderungan pencalonan yang injury time, jadi datanya bisa berkurang bisa bertambah,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Titi, penyelenggara pemilu mesti membangun strategi komunikasi yang terbuka, transparan dan akuntabel terkait proses pencalonan. Upaya ini untuk menghindari penyebaran hoaks, fitnah, maupun segala bentuk disinformasi proses pencalonan.

Diperlukan pula optimalisasi layanan dan jaminan keamanan siber penggunaan teknologi pemilihan agar tidak dipolitisir atau dipermasalahkan secara hukum.

“Ini penting karena optimalisasi teknologi pemilihan itu sangat bermanfaat untuk publik. Teknologi pemilihan mempermudah publik di tengah ruang gerak yang terbatas,” tuturnya.

Di sisi lain, Perludem merekomendasikan optimalisasi ketersediaan data untuk publik khususnya melalui infopemilu.go.id serta medium sosialisasi lainnya sebagai saluran transparansi dan akuntabilitas KPU untuk kontribusi dan pemilu pengembangan ilmu kepemiluan.

Pihaknya juga mendorong dilakukannya siaran langsung pendaftaran calon secara proporsional. Penggunaan media digital/sosial secara dua arah untuk menopang sosialisasi pemilihan.

“Semoga pencalonan ini menjadi pencalonan yang sehat, diikuti oleh orang-orang yang sehat dari Covid-19, tetapi juga prosesnya sehat, didukung oleh tata kelola pencalonan yang sehat,” tuturnya.(*)

Editor : Aspani Yasland