DI KONTEN

Presiden Jokowi: Hati-hati Mudik Lebaran, Tahun Lalu Jelang Lebaran Corona Naik 93%

57
ramadan oki

 

MAKLUMATNEWS.comPresiden Jokowi mengingatkan para kepala daerah tentang pentingnya mengantisipasi larangan mudik lebaran 2021. Sebab, setiap libur panjang, terbukti kasus positif COVID-19 selalu naik.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam pengarahannya kepada Gubernur Bupati Wali Kota se-Indonesia secara virtual.

“Saya yakini apabila Pemda dibantu oleh Forkopimda semuanya bergerak mengatur mengendalikan, disiplin protokol kesehatan, saya yakin kenaikannya tidak seperti tahun lalu 93 persen,” kata Jokowi, Kamis, 29 April 2021.

Dipaparkan Jokowi, 2020 lalu, di empat momen libur panjang, data menunjukkan kenaikan kasus positif COVID-19 yan signifikan. Selain idul fitri, libur Agustus naik 119 persen, Oktober naik 95 persen dan libur tahun baru naik 78 persen.

“Oleh sebab itu hati hati, libur paskah 2 minggu lalu naik kurang lebih hampir 2 persen, hati hati,” tutur Mantan Gubernur Jakarta itu.

Ia lalu kembali mengulas data sejumlah Provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan kasus positif COVID-19, antara lain: Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Jambi, Kalimantan Barat, NTT, Riau, Sumbar, Bengkulu serta Kepri.

“Hati-hati, ada kenaikan. Karena grafis dan kurva harian itu selalu kita ikuti,” beber Jokowi sebagaimana dikutip MAKLUMATNEWS.com dari Kumparan.com.

 

Atas dasar itu, dalam momentum terdekat yaitu lebaran 2021, Jokowi meminta para kepala daerah waspada mengantisipasi mudik. Ia meminta agar kepala daerah ikut berperan dalam pengendalian arus mudik masyarakat.

“Sekali lagi hati-hati dengan mudik lebaran, hati hati. Cek, kendalikan dan pengaturan yang mudik itu penting sekali,” ujar Jokowi.

Lebih jauh, Jokowi mengatakan survei sebelum ada larangan mudik, ada 89 juta warga yang mau mudik atau 33 persen dari jumlah penduduk. Begitu ada larangan mudik turun menjadi 11 persen atau 29 juta warga.

Begitu disosialisasikan oleh Gubernur, Bupati hingga Wali Kota maka angkanya turun lagi menjadi 7 persen. Namun, menurut Jokowi angka itu juga besar sebab masih ada 18,9 juta warga yang akan mudik.

“Oleh sebab itu harus disampaikan terus larangan mudik ini agar terus bisa berkurang lagi. Yang paling penting sekali lagi bagaimana kita menekankan mengenai disiplin ketat terhadap protokol kesehatan. Kuncinya ada di situ,” tegas Jokowi. (*)

 

Editor : Aspani Yasland