Rumahnya Nyaris Roboh dan di Tengah Rawa, Nurhayati Tinggal Sebatang Kara

683

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Rumah tidak layak huni nyatanya masih banyak ditemukan di Kota Palembang. Salah satunya milik Nurhayati (79), di Jalan Kapten Robani Kadir, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang itu berada di tengah rawa dan nyaris roboh.

Nenek Nurhayati tinggal di kawasan itu sejak 2003. Ia tinggal seorang diri setelah anak dan suaminya meninggal. Ia menempati rumah di atas aset milik PT Pertamina. Terlihat tumbuhan liat merambat ke salah satu sisi rumah. Rumah semi permanen, berdinding kayu dan atap seng tersebut sudah nyaris roboh karena dimakan usia.

Kondisi atap pun tak kalah memprihatinkan, sudah banyak yang bocor sehingga ketika hujan deras Nurhayati harus merasakan tetesan air hujan. Belum lagi, lantai rumah yang terbuat dari kayu pun lapuk karena terendam air.

Tidak ada perabotan rumah tangga seperti pada umumnya. Hanya terlihat ada alas kasur tipis dan beberapa tempat penampungan air bersih. Meski mempunyai dua orang anak yang telah berkeluarga, namun ia tidak mau untuk membebani sang anak.

“Tidak mau membebani anak, lebih enak disini saja, karena tanah disini bisa untuk ditanami,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nenek Nurhayati mengatakan, jika sang anak tetap setiap hari berkunjung untuk mengantarkan makanan. “Sering dimarahi anak ngapo nak disini nian, gek dikatoi wong gilo. Tapi aku tetap dak mau rumah-rumah aku dewek,” katanya dengan logat Bahasa Palembang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa menyempatkan diri untuk melihat kondisi sang nenek secara langsung. Berjalan kaki, dirinya menyusuri gang sempit untuk tiba di tempat Nenek Nurhayati.

Dewa mengaku prihatin dengan kondisi rumah yang tak laik untuk dihuni. Ia bahkan menawarkan agar nenek Nurhayati agar mau direlokasi.

“Tapi beliau menolak, karena masih betah disini. Pernah ikut dengan anaknya tapi kembali lagi ke rumahnya dan tinggal sendirian. Kita kasihan kalau beliau tinggal sendirian siapa yang mengurusnya,” katanya.

Sebagai solusi, kata Dewa, mereka akan melakukan koordinasi dengan PT Pertamina. Mengingat, jika masuk dalam program bedah rumah atau dibangun kembali tidak bisa dilakukan. “Kita coba perbaiki agar lebih laik untuk ditinggali. Jika dibangun ulang tidak bisa karena ini aset Pertamina,” katanya.

Sementara itu, Ruslidar Ketua RT 13 mengatakan warga sekitar mencoba membantu agar sang nenek mendapatkan tempat tinggal laik huni.”warga istilahnya bantu semampu mereka. Harapan kami, agar beliau dapat hunian yang laik di usia tuanya,” katanya.

Reporter : Kamayel Ar-Razi