Sebelum Meninggal, Sekda DKI Saefullah Impikan Jakarta Terkenal Hingga Akhirat

89

MAKLUMATNEWS.com — Sekda DKI, Saefullah meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan terpapar virus corona atau Covid-19. Dia menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, pada Rabu, 16 September 2020, sekira pukul 12.55 WIB.

Sebelum meninggal dunia, Saefullah dikenal dekat dengan media dan para pewarta. Dia acap bicara mengenai rencana kerja yang hendak dikerjakan Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya, mengenai penyelenggaraan Formula E yang sedianya bergulir pada pertengahan tahun ini.

Kala itu, Saefullah pernah bermimpi, Jakarta dan Indonesia bisa dikenal luas berkat terselenggaranya balap mobil listrik tersebut. Bukan hanya di dunia, dia berharap, Tanah Air juga bisa dikenal hingga akhirat. Namun sayang, sebelum Formula E terselenggara, dia telah lebih dulu meninggalkan kita semua.

“Kan kita ingin Indonesia ini dikenal ya, di dunia dan akhirat. Ngapain tanggung-tanggung, terkenal di dunia, terkenal di dunia dan akhirat. Kan kita percaya setelah ada dunia, ada akhirat,” ujar Saefullah dengan nada bergurau di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 20 Februari 2020 lalu.

Lebih jauh, saat itu Saefullah menilai, Monas adalah ikon Jakarta dan Indonesia. Harapannya, dunia internasional akan tahu Indonesia dan Jakarta melalui monuman kebanggaan tersebut.

“Monas itu kan ikon nasional yang kebetulan ada di Jakarta. Jadi ikon Jakarta juga. Kita ingin ini pada waktunya nanti ya disorot oleh banyak kamera TV nasional dan internasional sehingga, oh ini ada ya, namanya Tugu Monas, Monumen Nasional di Jakarta, Indonesia,” kata dia sebagaimana dikutip MAKLUMATNEWS.com dari MSN.com.

Kini, Saefullah sudah meningalkan kita semua. Namun, mimpi dia membawa Indonesia mendunia masih hidup di tubuh masyarakat serta pejabat DKI lainnya. Saat ini, pandemi belum usai. Mungkin kelak, ketika bumi sudah sehat, perhelatan tersebut bisa digulirkan. Sehingga, apa yang diimpikan Saefullah bisa segera terwujud. (*)

Editor : Aspani Yasland