DI KONTEN

Selamat Jalan Hj. Rita Rosmida, Peletak Visi  Universitas IBA dengan Spirit Pemikiran Ayahnya Bajumi Wahab  

810
ramadan oki

MAKLUMATNEWS.com – Civitas Academika Unversitas IBA Palembang berduka dan telah kehilangan sosok seorang ibu yang visioner untuk memajukan perguruan tinggi tertua dan terkenal di kota Palembang ini. Ibu yang tercinta itu adalah Hj. Rita Rosmida yang belum lama mendapat amanah sebagai Ketua Yayasan IBA. Hj. Rita Rosmida sendiri merupakan putri bungsu dari almarhum H. Bajumi Wahab, pengusaha tajir di masa Orde Lama dan di awal-awal keemasan Orde Baru, telah meninggal dunia  Kamis, 29 April 2021 pada pukul 01.20 WIB di Jakarta. Istri Bharata,  seorang pengusaha yang tinggal di Jakarta ini dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.00 WIB.

Memang tak banyak publik mengetahui detil sepak terjang ibu Rita selama ini. Mafhum kiranya keluarga besar H.Bajumi Wahab ini memang low profile, tak banyak ekspose pers. Namun sebagian besar warga Palembang dan Sumatera Selatan umumnya pasti mengenal nama keluarga orang kaya lama ini, istilah wong plembang, wong kayo lamo. Selain Universitas IBA yang memang tidak asing lagi, satu amal jariyah yang dikenal umat islam sekarang ini adalah keberadaan masjid mewah, Masjid HM Bajumi Wahab di Desa Tanjung Sejaro, Inderalaya, yang terletak persis di pinggir Jalan Lintas Timur yang ramai lalu lintas. Masjid ini sekarang menjadi destinasi wisata religi dan tempat sholat yang nyaman dan aman.

Kampus Univeritas IBA yang melegenda di kota Palembang.

Putri terakhir almarhum H.Bajumi Wahab dilahirkan di kota Palembang pada tanggal 29 September 1950. Rita Bajumi  menghabiskan usia remajanya sekolah SMA di Prancis. Usai menyelesaikan studinya, teman akrab putri Bung Karno, Rahmawati Soekarno ini melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Psikologi di negara Paman Sam. Usai menamatkan pendidikan psikologi, ia justru mengikuti short course Tentang Desain dan Tata Boga di Inggris.

Setelah berkiprah di Jakarta, Hj. Rita kembali ke kota Palembang usai saudaranya H. Rosihan Nuch Bajumi yang menjabat Ketua Yayasan IBA wafat.

Rektor Universitas IBA Dr. Tarech Rasyid mengungkapkan, kembalinya Rita Bajumi ke Palembang bercita-cita meneruskan misi Yayasan IBA sebagai institusi yang  mengelola pendidikan dari TK hingga Universitas guna terlibat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya masyarakat Sumsel sebagai mandat yang tertuang di dalam pembukaan  UUD 1945.

Untuk menegaskan komitmennya dalam keikutsertaan keluarga besar Bajumi Wahab dalam mencerdaskan masyarakat Sumsel, ia membentuk Tim Percepatan Penyelamatan (TPP) Yayasan IBA dengan melibatkan Dr. Tarech Rasyid, MSi, Yudi Fahrian, SH, M.Hum dan Latief Hasyim, SH, M.Hum.

Tarech mengemukakan, almarhumah Rita Bajumi memberi mandat kepada ketiga dosen tersebut untuk menyusun visi dan misi Universitas IBA yang bertolak dari pemikiran almarhum Bajumi Wahab dan Asyayidah.

Hasil penyusunan Visi Universitas IBA oleh TPP tersebut, mendapat apresiasi dan  sangat disenangi almarhumah Rita Bajumi. Sebab Visi tersebut menjadi spirit jajaran Universitas IBA dalam mewujudkan Universitas Unggul Berjiwa Entrepreneur dilandasi nilai-nilai kebangsaan religius.

Berjiwa entrepreneur adalah jiwa yang melekat di dalam diri Bajumi Wahab yang pada masa Orde Lama dikenal sebagai pengusaha pribumi yang tangguh dan dekat dengan Presiden Soekarno. Sedangkan nilai-nilai kebangsaan religius adalah pandangan Bajumi Wahab yang dipengaruhi pemikiran Muhammad Hatta. Pandangan kebangsaan religius ini memang menjadi diskursus saat para founding fathers merumuskan dasar negara yang kemudian melahirkan Piagam Jakarta. Namun, rumusan tersebut kemudian direvisi menjadi Pancasila yang dikenal sekarang.

Putri bungsu Bajumi Wahab ini sangat berbahagia, di masa ia menjabat Ketua Yayasan IBA dapat merumuskan pikiran dan perilaku orangtuanya menjadi visi Universitas IBA yang juga akan diperluas ke lembaga pendidikan dari TK hingga SLTA.(*)

Editor : Aspani Yasland