SMB IV Gelar “Ngidang” Dengan Nara Sumber Seminar Nasional “Memahami Wisata Sejarah dan Budaya Sebagai Konsep Indonesia Negara Maju 2045”

67

MAKLUMATNEWS.com, Palembang — Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja SH Mkn menggelar jamuan makan malam bersama ala Kesultanan Palembang Darussalam atau biasa dikenal dengan istilah ngidang yaitu berupa makanan yang dihidangkan dengan berbagai macam hidangan yang dimakan secara beramai-ramai dengan nara sumber Seminar Nasional dengan Tema Memahami Wisata Sejarah dan Budaya Sebagai Konsep Indonesia Negara Maju 2045 di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam di Jalan Sultan M.Mansyur. Jumat, (16/10) malam.

Seminar nasional tersebut berlangsung Sabtu (17/10) di Museum Sumatera Selatan Balaputra Dewa Palembang.
SMB IV juga didampingi para pangeran Kesultanan Palembang Darussalam. Hadir dalam kunjungan ini Gerald Theodorus L.Toruan, S.H.,M.H selaku Peneliti Ahli Muda Balitbang Kementrian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI). Dr. Yoyok Hendarso,M.A. Direktur Pascasarjana Unitas Palembang. Habiburrahman, Dosen IAIN Curup, Dr.Supriyanto,M.Hum, Dosen Fkip Unsri. Dr.(C) Edrida Pulungan,M.HI.,M.Si. dan beberapa dosen Universitas Taman Siswa Palembang.

Menurut SMB IV , pihaknya malam ini menggelar jamuan makan malam ala Palembang di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam dengan nara sumber Seminar Nasional dengan Tema Memahami Wisata Sejarah dan Budaya Sebagai Konsep Indonesia Negara Maju 2045,

“ Kita menampilkan makanan kita untuk memperkenalkan kearipan lokal kita, bahwa Palembang bisa menggunakan jamuan makan dengan istilah hidangan,” katanya.

Sedangkan Gerald Theodorus L.Toruan, S.H.,M.H selaku Peneliti Ahli Muda Balitbang Kementrian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI) mengatakan, kunjungan ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam dalam rangka jamuan makan malam.

“ Dijamu oleh Sultan dan para perangkatnya dan yang hadir adalah nara sumber yang akan berbicara di seminar nasional besok, Sabtu (17/10) dari Jakarta maupun dari Bengkulu,” katanya.

Dia berharap seminar nasional berjalan lancar, penuh antusias para peserta dan harapannya apa yang dirinya sampaikan dapat berguna dan juga dapat di implementasikan secara langsung oleh pemangku kebijakan.

“ Kebetulan Saya mengangkat tema Defence Heritage dimana pencetus pertamannya adalah ibu Jeanne Francoise dan saya berkerjasama dengan beliau dalam defence heritage atau benda cagar bududaya bernilai pertahanan,” katanya.

Reporter : Sgw