DI KONTEN

Stok Melimpah, Sumsel Tidak Butuh Beras Impor

62
ramadan oki

MAKLUMATNEWS.com — Wakil Gubernur (Wagub) Mawardi Yahya menegaskan  Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sampai saat ini tidak membutuhkan beras impor karena berstatus daerah  swasembada beras di Indonesia.

“Kita tak perlu melakukan impor beras, namun kita tidak bisa mengomentari terlampau jauh. Jadi, mungkin pertimbangannya ada daerah yang kurang tapi bagi Sumsel kita surplus. Indonesia bukan hanya Sumsel saja,” kata Wagub Sumsel H. Mawardi Yahya.

Gubernur Sumsel Herman Deru panen raya di lahan pasang surut Banyuasin.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel  mengklaim daerahnya masih akan tetap menyandang status daerah penghasil beras cukup besar di Indonesia. Karena itu, Sumsel yang dikenal masuk sebagai lima besar penghasil beras di Tanah Air, meyakinkan untuk tidak memerlukan adanya impor beras seperti yang diwacanakan pemerintah pusat saat ini.

Mawardi berharap Sumsel bisa menjadi provinsi ketiga dengan hasil produksi padi secara nasional. “Harapannya bukan lima besar tapi tiga besar seiring dengan perluasan lahan pertanian yang kita kelola,” ujar Mawardi

Mawardi mengungkapkan, dengan adanya wacana pemerintah untuk mengoptimalkan lahan rawa untuk pertanian juga akan menambah produksi beras.

“Secara filosofi kalau bibit unggul hasil unggul. Harapan kita mungkin kalau bibit biasa hanya menghasilkan 6-7 ton, kalau bibit unggul bisa meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, R.Bambang Pramono mengatakan, pada Maret 2021 ini saja di wilayah Sumsel sudah berhasil memproduksi beras yang cukup. Bahkan sampai saat ini, ungkap Bambang Pramono, surplus beras sudah mencapai sekitar 300.000 ton.

Diungkapkna pula, tahun 2020 lalu Sumsel mampu menghasilkan 2,8 juta ton beras. Hingga April 2021 ini, pihaknya memproyeksi mampu menghasilkan 864 ribu ton GKG (gabah kering giling).

“Melihat kondisi di 2020, kita berhasil mencapai 2,8 juta ton. Dengan jumlah penduduk 8,2 juta orang, konsumsi kita dikonversi per tahun dengan kebutuhan konsumsi sekitar 810 ribu ton beras. Artinya pada 2020 lalu ada surplus beras mencapai 2,07 juta ton. Tahun ini juga diyakini akan sama atau melebihi dari itu,” kata Bambang Pramono.

Dengan kondisi saat ini, Pemprov Sumsel tidak perlu mendapatkan impor beras. “Karena Maret ini kita sudah surplus beras cukup tinggi, jadi memang Sumsel tidak perlu impor beras,” ujar Bambang

Bambang menjelaskan, karena saat ini serapan yang begitu besar di Sumsel bahkan Bulog pun sudah bekerja cukup optimal sehingga menjadikan alasan untuk tidak melakukan impor beras di wilayah Sumsel.

“Tidak cukup Bulog saja, tapi pemerintah pusat juga diharapkan menyerap sebanyak mungkin panen raya di Sumsel. Gubernur juga terus mendorong percepatan serapan beras di Sumsel. Semoga minggu depan ada dari pusat menggelar panen raya sehingga gabah di Sumsel cepat terserap dan harganya menjadi stabil,” jelas Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel ini. (*)

 

Reporter : Maulana

Editor     : Aspani Yasland