Sungguh Tak Bermoral, Sebelum Membunuh Vany Tersangka Sempat Mencabuli Korban Secara Kasar

2,445

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG – Setelah usai melakukan aksi pembunuhan terhadap Vany Yulia Anita (18) di kamar 204 penginapan RedDoorz Macan Kumbang Residence Jalan Kumbang Raya, Ilir Barat (IB) I pada Selasa (7/7) lalu, pelaku MFA (17) nekat mencabuli korban. Hal itu diketahui saat pelaku tengah diamankan oleh petugas ke Mapolrestabes Palembang.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, dari keterangan pelaku, sebelum kabur ke Provinsi Bengkulu, dia (pelaku) nekat melakukan cabul dengan cara memasukan jari ke kemaluan korban.

“Sebelum meninggal dunia pelaku ini ternyata melakukan aksi kekerasan seksual dengan memasukan jari dan memainkan kemaluannya sendiri,” kata Kapolrestabes saat pres releas di Mapolrestabes Palembang, Jumat (10/7).

Menurut Anom, motif pembunuhan yang dilakukan dilandasi karena pelaku sempat menjanjikan pekerjaan kepada korban.

“Ya dari keterangan pelaku, korban ini marah-marah karena merasa menjadi korban penipuan hingga terjadi cekcok mulut antara pelaku dan korban,” katanya.

Kemudian, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara memukul hingga mencekik leher korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Usai melakukan aksinya, lanjut, Anom pelaku panik dan mencari cara untuk menghilangkan jejak aksi pembunuhannya.
“Dari keterangan pelaku saat anggota kita menginterogasi bahwa ia meninggalkan korban di TKP dan pulang ke rumah neneknya untuk mengambil koper,” katanya.

Setelah itu, pelaku kembali ke TKP dan mencoba memasukan korban ke dalam koper tapi tidak muat sehingga pelaku memasukan mayat korban ke bawah tempat tidur.

Anom juga mengatakan, pelaku meninggalkan penginapan dengan menggunakan motor korban tapi motor korban ditinggalkan di Jalan Supersemar, Kelurahan Pipa Jaya, Kecamatan Kemuning Palembang.

“Usai kejadian pelaku langsung kabur ke Bengkulu dan berhasil dijemput oleh anggota pada Rabu (8/7) tanpa adanya perlawanan,” katanya.
Pelaku MFA saat ditemui di ruang pemeriksaan tidak bisa berkata banyak dan hanya minta maaf. “Maaf kan saya, maaf kan saya,” katanya.

Reporter : Denny Wahyudi