Tanjak Dimulai Dari Griya Agung  

134

 

MAKLUMATNEWS.com – Ada pemandangan baru di gerbang masuk rumah gubernur Sumatera Selatan yang dikenal dengan Griya Agung. Atap gerbang tersebut didesain dengan bentuk rupa Tanjak. Nantinya setiap atap gedung perkantoran di Sumsel harus memamerkan Tanjak sehingga ciri khas budaya Sumsel tersebut terus tersosialisasikan kepada masyarakat.

Lalu apa itu Tanjak? Tanjak / Mahkota adalah salah satu perlengkapan Pakaianan Adat kesultanan Palembang Darussalam sekitar tahun 1850 yang dipakai oleh para bangsawan/kesultanan pada saat itu. Dengan berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalm , Tanjak masih tetap dipakai oleh masyarakat Palembang hingga saat ini terutama dalam acara-acara Palembang.

Gubernur Sumsel Herman Deru memakai Tanjak pada acara resmi.

 

 

Tanjak dibuat dari kain persegi 4 yang dilipat sedemikian rupa hingga membentuk tanjak / Mahkota. Motif kain tanjak yang pertama kali dipakai adalah motif kerak mutung , dalam perkembangannya motif batik gribik dan jufri juga dipakai untuk pembuatan Tanjak.

Menurut sejarahnya, sesuai dengan perkembangan pada masa itu,  Tanjak terdiri dari 3 macam yaitu :

  1. Tanjak Meler yang terbuat dari kain tenunan tradisional Palembang sekitar tahun 1870
  2. Tanjak Kepundang yang terbuat dari kain tenunan  Palembang sekitar tahun 1900
  3. Tanjak Bela Mumbang yaitu Tanjak khusus untuk penutup kepala Pangeran Nato Dirajo dan keturunannya

Untuk Tanjak  yang sekarang masih sering digunakan/dipakai  masyarakat Palembang untuk  acara-acara adat , dengan ciri sebagai berikut :

– Dikening 3 susun  lipatan

– Dilipatan segitiga ada lipatan sedikit kedepan sebelah kiri

– Tinggi kain Tanjak tidak lebih dari setepa (5 Jari)

– Kain yang dipakai bermotif Kerak mutung, Gribik dan Jufri

 

Keterangan

Tahun :2019

Nomor Registrasi :201900879

Nama Karya Budaya :Tanjak Palembang

Provinsi :Sumatra Selatan

Domain :Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional

Sumber: Website Warisan Budaya Takbenda. (*)

Editor : Aspani Yasland