Untuk Pertama Kalinya, Haji 2020 Hanya Gunakan Satu Tempat Miqat Yakni Miqat Qarn Al-Manazel  

224

 

MAKLUMATNEWS.com—Prosesi dan ritual ibadah haji tahun 2020 ini, ada catatan sejarah tersendiri yakni untuk pertama kalinya dalam sejarah perhajian, jamaah haji harus melewati hanya satu Miqat (tempat jamaah haji mengambil niat sebelum memasuki kota Makkah ).

Miqat adalah istilah yang mengacu pada batas dari mana jamaah harus memakai pakaian Ihram, dua lembar kain putih tanpa jahitan (bagi laki-laki), untuk melakukan ritual haji tahunan atau umrah.

Empat batas yang dipilih oleh Nabi Muhammad SAW bagi para jamaah yang datang dari berbagai daerah di dunia untuk melakukan ritual haji dan umrah, sedangkan yang kelima dipilih oleh khalifah Islam kedua, Umar bin Al-Khattab.

Lima batas, atau Mawaqeet, mewakili ritual pertama haji. Miqat di Qarn Al-Manazel yang saat ini lebih dikenal As-Sail terletak 94 km di sebelah Timur Makkah, atau sekitar 220 km dari Bandar Udara King Abdul Aziz.

Miqat Qarn Al-Manazel merupakan salah satu Miqat yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW dari empat Miqat yang ditetapkan, selain di Bir A’li, Juhfah atau Rabigh dan Yamlamlam.

Qarn Al-Manazel dianggap oleh para sejarawan sebagai Miqat orang-orang Najd, juga biasanya merupakan Miqat bagi para jamaah yang bepergian dari negara-negara Teluk dan Asia Timur saat ini.

Istilah ini mengacu pada gunung kecil yang membentang ke Utara dan Selatan dengan air mengalir di kedua sisi, alasan mengapa itu juga dikenal sebagai Al-Sail Al-Kabir (banjir besar).

Jumlah jamaah yang melakukan ziarah tahunan tahun ini, berjumlah sedikit mengingat keadaan luar biasa yang disebabkan oleh pandemi virus corona.

Para jamaah diharapkan untuk menuju ke Miqat Qarn Al-Manazel, karena itu adalah Miqat terdekat menuju Makkah.

Terdapat sebuah Masjid bernama Masjid Al-Sail Al-Kabir di dalam Miqat Qarn Al-Manazel, yang dianggap sebagai salah satu yang terbesar di Arab Saudi, dilengkapi dengan layanan modern untuk para jamaah haji.

Adnan Al-Sharif, profesor sejarah dan peradaban di Universitas Umm Al-Qura di Makkah, mengatakan tentang Miqat: “Tempat itu terkait dengan kehidupan Nabi SAW, ketika Nabi melewatinya selama Pengepungan di Thaif. Menurut beberapa novel sejarah, Nabi SAW melewati ‘Qarn’ yang berarti Qarn Al-Manazel.”

Al-Sharif mengatakan, bahwa Arab Saudi telah merawat Miqat Qarn Al-Manazel ini dengan baik, dan menyediakannya dengan fasilitas bagi para jamaah yang berkunjung yang akan melakukan Umrah dan Haji.

Sepanjang sejarah, makna yang berbeda ada di balik penamaan Qarn Al-Manazel, menurut jurnalis dan sejarawan Hamad Al-Salimi. Dikatakan bahwa Al-Asmai, seorang filolog dan satu dari tiga ahli tata bahasa Arab dari sekolah Basra di Irak, menggambarkan Miqat sebagai gunung di Arafah.

Sementara itu, para sejarawan percaya bahwa Qarn Al-Manazel juga melayani orang yang datang dari arah lain sepanjang sejarah.

Al-Ghuri, sultan ke-45 dari dinasti Mamluk, mengatakan, bahwa Qarn Al-Manazel adalah Miqat bagi rakyat Yaman dan Thaif, sedangkan Qadi Ayyad, seorang sarjana hukum Maliki terkenal di Zaman Keemasan Islam (800-1258) mengatakan, bahwa Qarn Al-Manazel adalah Qarn Al -Thaalib yang berfungsi sebagai Miqat rakyat Najd.

Beberapa orang mengucapkannya “Qaran”, yang salah, karena Qaran adalah suku di Yaman, menurut Al-Salimi, demikian dikutip MAKLUMATNEWS.com dari MoeslimChoice.com. (*)

Editor : Aspani Yasland