Wujudkan Terminal Multimoda Karya Jaya, Gubernur Herman Deru  Cek Aktivitas Angkutan Batubara Jalur Kereta Api dan Sungai

164

 

MAKLUMATNEWS.com — Disela-sela meninjau Terminal Karya Jaya, Kertapati Palembang,  yang akan dijadikan kawasan terminal multimoda, Sabtu, 19 September 2020 lalu, Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Direktur Prasarana Dirjen Perhubungan Darat RI, M. Rizal Wasal  meninjau aktivitas pengakutan batubara baik yang menggunakan jalur khusus moda kereta api dan moda sungai. Yakni mulai dari Stasiun Simpang, Pelabuhan Keramasan, Kantor RMK hingga PT. MAS dan PT. Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Sumsel.

Bahkan ditempat ini gubernur dan rombongan melihat aktivitas angkutan batubara via tayangan video oleh pihak PT. RMK yakni angkutan batubara menggunakan jalur kereta api.

Dilokasi ini Gubernur Herman Deru memastikan berapa ton perhari batubara yang diangkut menggunakan kereta api termasuk apa saja yang telah diupayakan pihak PT RMK dalam memudahkan mobilitas angkutan batubara pasca dilarangnya melintas di jalan umum.

Kebijakan Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang mencabut  Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 23 Tahun 2042 Tentang Tata cara Pengangkutan Batubara di Jalan Umum. Otomatis batubara dilarang melintas di jalan umum.

Larangan itu telah diberlakukan sejak 8 November 2018. Angkutan Batubara dialihkan menggunakan jalan khusus sesuai dengan Pergub Sumsel Nomor 74 Tahun 2018 Tentang Pencabutan Pergub yang terkait sebelumnya.

Imbas dari pemberlakuan Pergub Nomor 74 Tahun 2018 ini jugalah ternyata membuat pihak  perusahaan angkutan batu bara di Sumsel berupaya membuat jalan transportasi sendiri yakni melalui jalur darat menggunakan kereta api dan jalur air menggunakan tongkang dan sejenisnya.

Setelah dari PT. RMK, Gubernur Herman Deru bersama rombongan melanjutkan meninjau kegiatan pengangkutan batubara di dermaga kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati dibawah pengelolaan PT. MAS yang juga beraktivitas di bidang usaha  bongkar muat batubara.

Dalam tinjauannya ini Gubernur Herman Deru dihadapan Kepala Divisi Regional III Palembang PT. KAI, Tamsil Nurhamedi dan Direktur Lalu Lintas Angkutan Kereta Api, Danto untuk dapat mengintegrasikan angkutan batubara dari pelabuhan dan stasiun ke terminal kendaraan Karya Jaya yang nantinya akan disulap menjadi kawasan multimoda.

“Nanti mereka ini yang akan membuat konsep, Insya Allah akan kita buat sistem puzzle yang nanti satu sama lain dibuat terkoneksi agar ada manfaat bagi pendapatan negara ataupun daerah. Dan yang paling penting adalah tertibnya lalu lintas dalam kota ,” harap Herman Deru.

Tak hanya disitu, gubernur juga menjelaskan bagaimana kondisi Stasiun Kereta Api di Kertapati yang saat masih belum terpisah antara stasiun penumpang dengan stasiun barang khususnya batubara. Karena itu HD berharap dengan adanya kehadiran dari Direktur Prasarana Dirjen Perhubungan Darat RI ini untuk dapat membuat solusi. Termasuk  agar bus angkutan penumpang dan dan truck tidak lagi masuk kota yang kerap menyebabkan kemacetan.

“Begitu mandirinya para pelaku usaha kita, yang telah membuat dermaga dan pelabuhan sendiri untuk angkutan batubara. Artinya perusahaan angkut batu batubara di Sumsel menjalankan apa yang diputuskan pemerintah yakni. Pergub Nomor 74 Tahun 2018.

“Imbas dari pemberlakuan Pergub Nomor 74 Tahun 2018 banyak hikmah yang kita dapat. pihak perusahaan angkutan bisa leluasa dengan menggunakan jalur khusus. Kemacetan di jalan umum teratasi dan kecelakaan yang merugikan masyarakat,” tandasnya. (*)

Editor : Aspani Yasland