LIFESTYLE

Para Ibu Harus Tahu, Penyebab dan Gejala Tuna Wicara Pada Anak

MAKLUMATNEWS.com  – Kondisi tuna wicara pada anak tidak melulu menggambarkan kondisi tidak bisa berbicara. Kondisi ini merupakan gangguan atau hambatan yang menyebabkan anak kesulitan melakukan komunikasi verbal.

Anak dengan gangguan ini kesulitan berkomunikasi sehingga lawan bicara kerap tidak mengerti apa yang dibicarakan. Penyebabnya bisa disebakan dari gangguan suara, artikulasi (jelasnya pengucapan) hingga kelancaran berbicara.

Tuna wicara juga bisa dipicu oleh faktor terhambatnya pertumbuhan janin di dalam kandungan. Saat lahir, gejalanya bisa dilihat dari seringnya mereka mengulangi atau memperpanjang suara saat berbicara.

Anak yang menginjak usia 1.5 tahun minimal normalnya sudah bisa mengucapkan 5 kata. Keterlambatan gangguan bicara terjadi jika mereka belum bisa berbicara lancar saat usianya menginjak 2 sampai 3 tahun.

Mengutip dari Halodoc.com, berikut beberapa ciri umum yang terlihat pada anak yang lambat bicara, meliputi:

  • Anak sering mengulangi kata dan memperpanjang suara saat berbicara.
  • Suara terdengar melengking karena terlalu berusaha untuk berbicara.
  • Bunyi yang dikeluarkan bisa terdengar sangat pelan dengan suara serak.
  • Sering menambahkan suara atau suku kata ke kalimat yang diucapkan.
  • Sering menata ulang suku kata karena kesulitan berbicara.
  • Mengalami kesulitan saat mengucapkan kata-kata dengan benar.
  • Berusaha keras untuk mengucapkan kata atau berbicara dengan benar.

Dari segi fisiknya, anak dengan gangguan ini bisa menunjukkan gejala berupa:

  • Keluarnya cairan dari dalam telinga anak.
  • Memiliki kelainan bentuk bibir, seperti sumbing.
  • Melakukan gerakan berulang.
  • Memperhatikan gerakan bibir atau gerak tubuh lawan bicaranya.
  • Anak cenderung pendiam dan menghindari interaksi.

Untuk mengetahui apakah anak termasuk dalam keterlambatan berbicara, kamu perlu mengetahui beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko keterlambatan berbicara pada anak, yaitu :

  • Disleksia

Gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan susah membaca, mengeja atau menulis disebabkan oleh kesulitan menafsirkan kata menjadi kalimat.

  • Kehilangan pendengaran

Gangguan ini merupakan salah satu kelainan bawaan yang menyebabkan anak kesulitan melakukan komunikasi verbal.

  •  Gangguan Spektrum Autisme (ASD)

Anak dengan ASD memiliki masalah dengan interaksi sosial. Sebab, mereka cenderung kesulitan berkomunikasi, baik secara verbal maupun non verbal.

  • Cerebral Palsy (lumpuh otak).

Anak dengan kondisi ini akan mengalami kesulitan dalam mengkoordinasikan otot, gerak tubuh dan koordinasi (keseimbangan).

Jika anak menunjukkan gejala yang sama seperti di atas, lakukan konsultasi dan buat janji pada dokter di rumah sakit yang ahli pada bidangnya. Jangan sampai keterlambatan bicara menurunkan anak dalam berkomunikasi di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button