Ini Risiko yang Timbul Bagi Kesehatan Ibu Hamil Usia Kurang dari 20 Tahun

Maklumatnews.Com, Jakarta – Belakangan ini media sosial khususnya TikTok, beredar video anak berusia 12 tahun disebut hamil lantaran diperkosa. Yang kandungannya kini sudah berusia delapan bulan. Kisah remaja yang viral dengan nama samaran Bunga itu membuat netizen menjadi haru. Video itu diunggah oleh akun @mommychutela.
Beberapa di antara netizen yang mengkhawatirkan kondisi fisik dan psikologis Bunga. Di usia yang masih sangat muda, bahkan disebutkan, sang anak masih harus mengonsumsi vitamin dengan cara digerus. Padahal, anak seusianya sedang sibuk mengenyam pendidikan dan bermain dengan teman sebaya.
Fakta yang terjadi adalah ada beragam risiko fatal yang bisa timbul dari kelahiran di usia anak dan remaja seperti Bunga. Mereka juga memiliki risiko preeklampsia yang lebih tinggi. Ini adalah kondisi medis berbahaya akibat tekanan darah tinggi dengan kelebihan protein dalam urine.
Risiko medis ini memengaruhi remaja hamil, sehingga disarankan memerlukan obat untuk mengendalikan gejala. Namun, mereka juga bisa mengganggu pertumbuhan bayi yang belum lahir dan berujung komplikasi kehamilan lebih lanjut seperti kelahiran prematur.
Anak jadi Prematur
Dikutip dari WebMD, kehamilan normal membutuhkan setidaknya sekitar 40 minggu. Bayi yang melahirkan sebelum 37 minggu disebut bayi prematur. Dalam beberapa kasus, persalinan prematur yang dimulai terlalu dini pada kehamilan dapat dihentikan dengan obat-obatan.
Mengutip dari Kemenkes.go.id, Persalinan pada ibu di bawah usia 20 tahun memiliki kontribusi dalam tingginya angka kematian neonatal, bayi, dan balita. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukan bahwa angka kematian neonatal, postneonatal, bayi dan balita pada ibu yang berusia kurang dari 20 tahun lebih tinggi dibandingkan pada ibu usia 20-39 tahun. Semakin dini bayi lahir, semakin besar risiko masalah pernapasan, pencernaan, penglihatan, kognitif, dan lainnya.
Ibu Menjadi Mudah Depresi
Remaja hamil mungkin berisiko lebih tinggi mengalami depresi pascapersalinan (depresi yang dimulai setelah melahirkan bayi), menurut CDC.
Berat Badan Bayi yang Rendah
Remaja berisiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Bayi prematur lebih cenderung memiliki berat badan kurang dari seharusnya. Sebagian karena mereka memiliki lebih sedikit waktu di dalam rahim untuk tumbuh.
Bayi dengan berat lahir rendah beratnya hanya satu hingga 2 kg. Bayi dengan berat lahir sangat rendah beratnya kurang dari satu kg. Bayi sekecil itu mungkin perlu dipasang ventilator di unit perawatan neonatal rumah sakit untuk membantu pernapasan setelah lahir. (Sumber:Detik.com/)




