MUBA MAJU LEBIH CEPAT

Di Muba, Ada Jembatan Tertua yang Berdiri Sebelum Indonesia Merdeka

#Diusulkan Jadi Cagar Budaya#

MAKLUMATNEWS.com, Banyuasin -Jembatan satu ini memiliki nilai sejarah yang unik. Dikatakan unik karena boleh jadi belum banyak yang mengetahui asal muasal jembatan di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumsel ini.

Hingga kini jembatan tertua ini masih berdiri kokoh dan tentu saja masih bisa dilalui oleh warga Muba dan sekitarnya.

Ternyata jembatan ini dibangun atas ide orang Belanda. Vloker, namanya. Dialah yang memprakarsai berdirinya pembangunan Jembatan Teluk 1.

Lantaran itulah, jembatan ini dulunya bernama Jembatan Vloker.

 

Bangunan Cagar Budaya 

Kini telah berusia 82 tahun ini, diusulkan menjadi bangunan cagar budaya.

Berdiri di atas Sungai Batanghari, jembatan sarat nilai historis ini, menghubungkan Desa Teluk dan Desa Epil di Kecamatan Lais, Kabupaten Muba, Sumatera Selatan.

Jembatan tersebut bernama Jembatan Teluk 1. Jembatan ini bahkan sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka.

Sebelum berganti nama jadi Jembatan Teluk 1.

Jembatan ini dibangun mulai tahun 1938 dan selesai pada tahun 1942, sebelum kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Ya, usianya sudah sangat tua.

 

Akses ke Bengkulu 

Bahkan dulunya jembatan ini adalah satu-satunya akses menuju ke Provinsi Bengkulu.

Karena kondisinya yang sudah tidak memungkinkan, pemerintah kemudian membangun Jembatan Teluk 2.

Jembatan Teluk 1 masih boleh dilewati kendaraan, tapi hanya motor dan mobil pribadi saja.

Sementara kendaraan besar seperti truk melewati Jembatan Teluk 2.

Struktur jembatan ini membangkitkan kenangan masa lalu yang kuat.

Mengingatkan kita akan perjuangan pejuang bangsa di era penjajahan Belanda.

Marzuki, warga Desa Teluk, mengatakan, jembatan ini adalah saksi sejarah perjuangan rakyat Musi Banyuasin melawan penjajah Belanda.

“Saya tidak tahu dengan pasti. Seingat saya bahwa Jembatan Teluk ini bukti sejarah perjuangan dalam merebut kemerdekaan,” katanya.

Ia menyayangkan kondisi jembatan yang terkesan dibiarkan tak terurus.

 

Perlu Dipercantik 

Malah sudah terlihat beberapa bagian bangunan yang mengalami keausan.

Meskipun aspal jembatan sudah diperbaiki oleh instansi terkait dalam beberapa tahun terakhir, tapi tampilan jembatan tetap perlu dipercantik.

Pasalnya Jembatan Teluk I memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya.

Dibandingkan dengan tempat-tempat wisata modern, situs bersejarah seperti Jembatan Teluk I dapat memberikan nilai edukatif dan emosional yang lebih mendalam.

Marzuki menekankan pentingnya perawatan dan pemolesan jembatan bersejarah ini.

“Harusnya dipercantik guna menjadi lokasi wisata sejarah di Bumi Serasan Sekate,” ungkapnya.

Apalagi, walaupun usianya sudah tua, jembatan ini masih bisa dimanfaatkan warga setempat.

Ada sedikit tanda harapan dalam beberapa tahun terakhir, ketika terlihat bahwa aspal jembatan telah diperbaiki oleh instansi terkait.

Namun, upaya ini perlu dilanjutkan dengan perawatan yang lebih intensif dan pemugaran menyeluruh.

Dengan adanya pemugaran, Jembatan Teluk I dapat menjadi daya tarik wisata, yang bisa mendatangkan wisatawan dari luar daerah.

Jembatan Teluk I tidak hanya sebuah struktur fisik, tetapi juga simbol perjuangan masyarakat setempat melawan penjajah.

Dengan perhatian dan perawatan yang tepat, jembatan ini dapat menjadi destinasi wisata budaya yang berharga, mengingatkan generasi mendatang akan pentingnya menjaga dan menghargai warisan sejarah.

Sebagai aset berharga, Jembatan Teluk I layak mendapatkan perhatian lebih agar bisa terus berdiri kokoh dan menginspirasi banyak orang.

 

Sumber : Palpres.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button