SUMSEL

Waspadai Penularan Cacar Monyet, Pemprov Sumsel Terbitkan Edaran

MAKLUMATNEWS.com, Palembang –Pasca seorang warga di Palembang, menjadi suspect kasus cacar monyet atau monkey pox (Mpox), Pemprov Sumsel terbitkan edaran.

Edaran tentang peningkatan kewaspadaan monkey pox (Mpox) atau cacar monyet di wilayah Sumsel.

Seluruh kabupaten/kota di Sumsel diminta bersiaga menghadapi risiko penyebaran penyakit ini.

Surat Edaran (SE) Nomor 443.33/7674/Kes/VIII/2024 tersebut menindaklanjuti SE Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan HK.02.02/C/2160/2024 pada 20 Agustus 2024 lalu tentang peningkatan kewaspadaan Mpox di pintu masuk, pelabuhan, dan bandara yang melayani lalu lintas domestik.

“Dinkes Sumsel sudah membuat SE ke seluruh Dinkes kabupaten/kota untuk pencegahannya,” ujar Kepala Dinkes Sumsel Trisnawarman, Selasa (3/9/2024), dikutip dari Detik.com

Pada SE tertanggal 28 Agustus 2024 itu, Dinkes kabupaten/kota, laboratorium kesehatan, rumah sakit, Puskesmas dan Faskes Lainnya diminta bersiaga menghadapi Mpox.

Kemudian memantau perkembangan situasi, pencegahan, deteksi dan respon mengacu pada pedoman pencegahan dan pengendalian Mpox 2023 di wilayah masing-masing.

“Kemudian memantau, melaporkan dan memastikan kasus sesuai dengan definisi operasional pedoman kepada Dirjen P2P melalui laporan Event Based Surveillance (EBS) di aplikasi SKDR dan PHEOC di nomor 0877-7759-1097. Data wajib di entri ke dalam aplikasi All Record TC-19 pada menu pencatatan Mpox,” ungkapnya.

Dinkes daerah diminta berkoordinasi dengan laboratorium kesehatan daerah jika ada temuan yang kemudian mengirimkan spesimen kasus ke laboratorium Kesmas di regional yang bisa melakukan pemeriksaan dan memiliki ketersediaan reagen.

“Jika ada penemuan kasus suspek, probable, atau konfirmasi dari Fasyankes dengan melakukan investigasi dalam 1×24 jam termasuk pelacakan kontak erat,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta Dinkes di daerah berkoordinasi dengan instansi yang membidangi fungsi kesehatan hewan dan satwa liar di wilayahnya termasuk dalam penilaian risiko.

Terkait temuan kasus, dia menyebut di Sumsel belum ada laporan warga yang terdampak Mpox.

“Insya Allah belum ada, jangan sampai,” pungkasnya.

 

Pasien Perempuan 

Seorang warga di Palembang, menjadi suspect kasus cacar monyet atau monkey pox (Mpox). Saat ini warga tersebut masih melakukan pemeriksaan laboratorium.

Dokter Umum Puskesmas Kelurahan 4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, dr. Gerry Arvin Taruna membenarkan pihaknya menerima pasien Mpox.

Menurutnya, pasien perempuan tersebut datang ke puskesmas pada hari Kamis (29/8/2024) lalu.

“Benar, ada pasien yang diduga terkena monkey pox. Hingga kini, masih dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh dinas terkait (kesehatan),” ungkapnya, Selasa (3/9/2024).

Gerry menyebut status pasien masih sebagai suspect atau terduga pasien Mpox. Hal itu didasari oleh gejala yang dialami pasien tersebut.

“Hasil uji lab (benar atau tidaknya virus Mpox) akan dipublikasikan dinas terkait setelah hasil uji lab keluar. Saya hanya melakukan pemeriksaan (screening) sebagai dokter,” ujarnya.

Gejala yang dialami pasien Mpox, katanya, terlihat dari bentuknya. Gerry merinci bentuk lukanya seperti keropeng berwarna hitam yang menyebar di tubuh.

“Untuk Mpox ini, seharusnya menyebar di seluruh tubuh. Namun, (gejala yang dialami) pasien kemarin hanya terlihat di telapak tangan dan kaki,” rincinya.

 

Dua Minggu 

Menurut pengakuan pasien, dia sudah mengalami luka tersebut selama kurang lebih dua minggu sebelum berkunjung ke Puskesmas 4 Ulu.

Kini, pasien sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Dia juga mengatakan, pihak puskesmas telah memberikan obat untuk menghilangkan luka atau gejala yang dialami pasien.

“Pasien sudah pulang, kami anjurkan untuk isoman selama dua minggu. Namun, hari Minggu (1/9) lalu sudah kami datangi kembali dan alhamdulillaah lukanya membaik,” katanya.

Pasien tersebut mengaku tertular dari warga sekitar. Namun, jarak sakitnya tidak beruntun.

“Keterangan pasien, dia tidak bepergian dari dan ke luar kota maupun luar negeri. Dia juga tidak melakukan kontak dengan orang yang bepergian,” ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat tidak perlu takut mendatangi puskesmas terdekat jika merasakan gejala Mpox di tubuhnya. Penyakit tersebut ditularkan melalui droplet (cairan tubuh) dan sentuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button