HUKUM

Bantah Adanya Kekerasan Pada Penghuni Lapas yang Tewas, Kemenkumham Sumsel Berikan Alasannya…!

MAKLUMATNEWS.com, Palembang,——Kejanggalan mengenai kematian Salah satu tahanan Rutan Kelas 1 Palembang yang bernama Irohmin (22), warga Pulo Gadung, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang langsung diungkapkan oleh pihak Kemenkumham Provinsi Sumsel.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkum Sumsel Mulyadi, Bc.I.P, S.H, M.Si mengatakan pihaknya telah mendapatkan surat keterangan dari dokter lapas Klas 1 Palembang mengenai penyebab kematian korban.

“Setelah saya dapat info dari rutan bahwa ada satu tahanan yang tewas, kami langsung mencari tau kebenaran kamar tersebut. Memang benar penghuni rutan tersebut meninggal normal karena sakit dan tidak ada tanda kekerasan ataupun luka di tubuhnya. murni meninggal karena sakit dan itu bisa dikuatkan kebenarannya dengan surat keterangan dokter,” ujar Mulyadi.

Mulyadi menambahkan Irohim juga memiliki riwayat penyakit saat tinggal di lapal

“Menurut info dari lapas sakitnya karena pernah sakit perut, pusing dan mual-mual dan sepat jatuh,” jelasnya lagi

Diketahui Irohim merupakan tahanan kejaksaan yang telah tinggal di Rutan selama 14 hari.

Saat ditanya mengenai tindakan keluarga korban yang membuat laporan kepolisian dan melakukan autopsi, pihak Kemenkumham mempersilahkan jika adanya kejanggalan.

“Ya silahkan, itu merupakan hak dari pihak keluarga untuk diotopsi agar pihak keluarga bisa mengetahui secara pasti apakah korban meninggal karena sakit atau ada unsur kekerasan . kita tunggu saja hasilnya,” tambahnya.

Mengenai kejadian meninggalnya beberapa tahanana di rutan beberapa waktu belakangan ini. Pihak Kemenkumham telah mengatakan pihakanya telah menempatkan 2 dokter di setiap lapas.

“Jikalau memang meninggalnya beberapa tahanan yang terjadi beberapa minggu ini karena fakto lain kami akan lakukan investasi tapi jika karena sakit kita tidak lakukan. Tapi kita selalu mengingtakan kepada petugas lapas untuk selalu melakukan pemeriksaan kesehata.Kita juga mempunyai setiap lapas ada 2 dokter yang secara cepat menangani penghuni lapas jika sakit. Dan bahkan kita juga memerintahkan untuk para dokter memeriksa tanahan ataupun narapidana secara dor to dor,” jelasnya lagi.

Reporter : Yola Dwi R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button