Mata Uang Iran Anjlok, Terpuruk Sepanjang Sejarah : 1 Rial Hanya Dihargai 0.015 Rupiah..!

MAKLUMATNEWS.com Iran—— Nilai tukar mata uang Iran mengalami catatan terburuk sepanjang sejarah, terhitung, Rabu (14/1/2026) Pelemahan tajam rial ( mata uang Iran) ini memicu krisis ekonomi yang kian dalam, ditandai dengan melonjaknya harga kebutuhan pokok serta gelombang protes besar di sejumlah kota yang meningkatkan tekanan terhadap pemerintah.
Mengutip MPNThe Associated Press, Rabu (14/1), nilai tukar rial Iran sempat menyentuh 1,42 juta per dolar AS sebelum menguat tipis ke kisaran 1,38 juta per dolar AS. Atau setara dengan 0.015 rupiah untuk 1 rial Iran.
Laman Bonbast menyebut 1 dolar Amerika Serikat sama dengan 141.950 toman. Berhubung 1 toman bernilai 10 rial, maka 1 dolar AS sebanding dengan 1.419.500 rial. Adapun dikonversi ke Indonesia, data Google menyebut 1 rial setara dengan 0,015 rupiah.
Menurut laporan Gulf News, dalam setahun terakhir saja rial diperkirakan kehilangan sekitar 45 persen nilainya, seiring inflasi tinggi yang terus menekan daya beli masyarakat.
Kondisi tersebut terjadi di tengah gelombang demonstrasi di berbagai kota Iran, yang mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah. Dengan posisi tersebut, Iran kini menempati peringkat kedua mata uang terendah di dunia berdasarkan nilai tukar terhadap dolar AS.
Anjloknya nilai tukar rial memicu gelombang protes nasional di tengah krisis ekonomi yang berkepanjangan. Mengutip kantor berita resmi IRNA, aksi demonstrasi terpusat di kawasan perdagangan utama Teheran, termasuk Jalan Saadi dan wilayah Shush di sekitar Grand Bazaar.
IRNA juga melaporkan aksi serupa terjadi di sejumlah kota besar lainnya, seperti Isfahan, Shiraz, dan Mashhad. Sejumlah pedagang menutup toko dan menyerukan pemogokan, meski sebagian lainnya tetap membuka usaha.
Aparat keamanan dilaporkan menembakkan gas air mata di beberapa titik untuk membubarkan massa. Aksi yang dipimpin para pedagang ini didiset sebagai yang terbesar sejak 2022.
Berdasarkan data Pusat Statistik Iran, tingkat inflasi tahunan per Desember 2025 mencapai 42,2 persen, meningkat 1,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada sektor pangan yang melonjak hingga 72 persen, serta biaya kesehatan yang meningkat sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.




