
MAKLUMATNEWS.com, Palembang—–Sampai akhir tahun lalu, waktu terasa berdetak lambat, tapi masih juga rasa ingin memperlambat. Tepatnya menahannya, jika menghentikan waktu tiada mungkin adanya, Ya Allah Tuhanku yang maha penyayang bolehkah aku meminta lagi? Mengadu tentang semua sendu, tentang ujian demi ujian hidup yang membuat hati pilu?,
Apapun itu kupilih tak melahirkan keluh kesah, karena begitulah sejatinya dunia yang tak layak untuk berserah. Kemarin baik baik saja , kemudian seketika berganti lemah menggerus tegar hingga pasrah. Tak ada yang tahu apa yang akan ada di dalam masa, kecuali Azza Wa Jalla, Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.
Dan tetiba sahabat menyapa “ Siap Umroh tanggal 28 Desember 2023 sampai dengan tanggal 5 Januari 2024?? Berdegup rasanya mendengar berita ini.
Diri yang merasa seperti tak yakin , tapi hati sudah tak tahan untuk menyanggupi. Waktu yang tersisa untuk persiapan umroh ini teramat singkat, dengan semua dokumen syarat yang butuh pembaharuan cepat serta kondisi mental anak anak yang belum dipersiapan untuk ditinggalkan membuatku sedikit resah.
Kalimat “Bismillah” jadi modal utama serta tekad bulat jadi penguatnya. Semoga kabar gembira ini membawa kebaikan kebaikan yang tidak menjadikan penyakit hati di manusia yang penuh Khilaf ini.
Alhamdulillah
Segala upaya berujung manis, Tak percaya rasanya sudah berada di terminal keberangkatan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, makin tak percaya saat landing di Prince Mohammed Bin Abdul Aziz International Airport Medina.
It’s my dream, my hope, my everything. Meski ini kali kedua, tapi gelora rasanya masih sama saat seperti pertama. Baper mulai menyapa, mata berkaca-kaca mencecap rindu pada Mu dan kekasih Mu.
Undangan umroh ini pasti bukan kebetulan belaka. Kala beberapa bulan berkutat atas nama ikhtiar kesembuhan anak anakku serta beberapa ujian lainnya yang sempat berkali membuatku menitikan airmata, mendadak diiringi panggilan kembali ketanah suci, apakah ini murni kebetulan saja?
Kuyakin Engkau memanggilku untuk ke sini, Yaa Allah… seperti kumendengar “sini dekat PadaKu, hilangkan Semua Cemas Mu, Aku akan menolong Mu, tumpahkan semua keluh kesah Mu”.
Alhamdulillah walaupun terselip sedikit kendala namun tidak terlalu berarti di banding kenikmatan beribadah dibalut rasa haru nan syahdu yang menyelimuti. Rangkaian ibadah dan ziarah bergulir bagai obat yang mengobati. Bertalbiyah langsung di kabah-Mu serasa berhadapan dekat dengan Pemilikku, di tempat thawaf (mataf) ini, selalu tumbuhkan getaran dalam hati yang membobol airmataku.
Labbaika allahumma labbaik,
Labbaika laa syariika laka labbaik,
Innalhamda wanni’mata laka wal mulk
Laa syariikalak
“ Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah
“Aku datang memenuhi panggilan Mu
“Aku datang memenuhi panggilan Mu
“Tiada sekkutu bagi Mu
“Sungguh segala puji, nikmat,
“dan segala kekuasaan adalah milik Mu,
“Tiada sekutu bagi Mu.
Airmataku Jatuh, Siapa yang sanggup menahan derai haru yang sulit terlukis kata kata.
Pada satu momen tawaf sunahku, putaran demi putaran dilantai mataf Masjidil Haram bagai melayang riang bergandeng tangan dengan Mu. Dilingkaran paling muka depan Kabah kulirihkan semua doa, munajat, pengharapan yang mengalir berkawan airmata, dan sedu yang di redam. Menangisi gelimang dosa, memasrahkan diri atas ujian, terus dan terus memohon ampunan dan petunjuk Mu.
Sadarkan diri ini yang tak sempurna mencintai Mu, dan tak teguh dalam beribadah kepada Mu. Beri aku waktu wahai Tuhanku untuk menjadi Hamba dengan seluruh Ridho Mu. Tujuh kali putaran Kabah, tak terhitung sudah apa saja yang kupinta termasuk doa doa yang dititipkan sahabat dan kerabat.
Bukan harus ke tanah suci untuk hadirkan Dia dalam setiap doa, Namun di tanah suci getaran itu terasa kuat menyengat, menjadikan sholat dan doa doa dalam balutan rasa yang tak kuasa diungkap dalam kata. Penat dunia luruh, gundah jiwa menjadi teduh, harapan harapan baru tumbuh.
Mungkin semua itulah yang mengentalkan rindu setiap orang yang pernah menjadi tamu di Baitullah selalu ingin kembali bersujud di sini.
Wangi aroma Rumah Mu Nabawi Madinah dan Al Haram Makkah, selalu memanggil kembali untuk bersihkan jiwa. Ku Berdoa semoga Allah Subhanahu wata”ala memanggilku kembali bersama orang orang yang kucintai, hingga satu lagi tanah suci Mu tempat berdiam masjid Al Aqso Palestine, Mudah mudahkan Allah cukupkan umur, kesempatan dan rezeki untuk menerbangkan aku dan kalian semua saudara saudaraku untuk ke tiga tanah suci itu.
Yakinlah Sahabat-sahabatku, jika terlalu penat hidupmu dan ingin tentramkan gemuruh jiwamu, bukan hiburan dan kuliner semata penawar dukamu. JIka ada rezeki dan kesempatanmu, lekas bergeserlah kesini dahulu, bermanjalah dengan Robb Mu selepas lepasnya rindu hatimu. Semoga Allah mengabulkan semua doa dan pinta.




