Buya Yahya : Bersedekah dengan Uang Haram, Ibarat Berwudhu Menggunakan Air Kencing
Penulis : Ardillah Aquariani.MP

MAKLUMATNEWS. com, —Pernah mendengar istilah diatas? “Berwudhu menggunakan air kencing” adalah ungkapan dari Prof. KH.Yahya Zainul Ma’arif, Lc., M.A., Ph.D. atau yang lebih akrab disapa Buya Yahya adalah pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon. Ungkapan diatas di kutip pada channel YouTube Al-Bahjah TV.
Ia mengistilahkan orang yang bersedekah menggunakan uang Haram itu seperti
“Berwudhu menggunakan air kencing” sah atau tidak?Ya jelas tidak. Bahkan apa yang dilakukannya berdosa, niatnya baik tapi caranya yang salah.
Uang yang dihasilkan dengan cara yang salah, seperti merampok, memeras hak orang lain, korupsi, dan lain sebagainya itu adalah perbuatan yang haram.
Dengan bangganya orang tersebut merasa apa yang dilakukannya berbuah pahala, menyumbangkan hartanya kesana kesini tapi yakinlah kebaikan sebesar dan sehebat apapun jika diraih dengan cara yang haram maka tidak akan membuahkan kebaikan apa-apa.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik)” (HR. Muslim no. 1015). Berdasarkan hadits tersebut kita dapat mengetahui bahwa Allah tidak menerima sedekah selain yang baik.
Jangankan untuk bersedekah, uang yang dihasilkan dengan cara yang salah pun jika digunakan untuk kepentingan pribadi pun tetap berdosa dan berpengaruh pada kwalitas hidup kita, Perpengaruh pada ibadah kita dan berpengaruh pada hubungan kita dengan Allah. Karena Allah maha suci, maka Allah hanya menerima yang suci- suci saja.
Untuk apa kita sholat rajin jika ada hal yang menghalangi doa kita sampai pada Allah. SWT, karena perbuatan kita.
Bagaimana cara Taubatnya agar Allah kembali mencintai kita, memaafkan semua kesalahan yang pernah kita perbuat dulu?
Caranya adalah bertaubat, bersihkan harta kita lalu berbuatlah baik, kembalikan pada Ummat tapi bukan diniatkan sedekah.
Jika dulu pernah memeras seseorang, maka mintalah maaf padanya dan kembalikan uangnya, karena siapa tau ada hati yang masih terluka atas perbuatan kita terdahulu.
Lalu bagaimana jika dengan mengembalikan pada Ummat kehidupan kita akan jatuh miskin??
Allah mencintai orang yang bertaubat dengan sungguh- sungguh
(Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas”) (Al-Baqarah: 212).
Yakinlah kita hidup bukan untuk mengumpulkan harta apalagi didapat dengan cara yang haram, kita hidup hanya butuh ketenangan, maka Allah akan selalu cukup kan kita dengan selalu bersyukur, dan beribadah kepada_Nya.
Semoga Allah jauhkan kita dari yang haram dan bagi yang pernah terjebak dilubang keharaman maka bertaubatlah, pintu maaf Allah terbuka lebar, jangan menunda hari esok, karena hari esok belum tentu buat anda.
*Wa Allahua’lam bissowab* (Ardilah )




