OPINIPOLITIK

Dampak Adanya Poros Tengah dalam Dinamika Pilkada

MAKLUMATNEWS.com, Palembang –ISTILAH “Poros Tengah” istilah yang pemerhati gunakan di dalam tulisan ini, karena saat terbentuknya sudah mendekati pembukaan pendaftaran, sedangkan dua pasangan lainnya sudah siap seperti adanya.

Pilkada Kepala Daerah Provinsi Sumatera Selatan sudah dapat dipastikan akan diikuti tiga pasangan calon gubernur Sumsel yaitu H. Herman Deru SH MM dan Cik Ujang SH, Ir. H. Mawardi Yahya dan Dr. Anita Noeringhati dan pasangan Ir. Eddy Santana Putra MT dan Riezky Aprilia.

Dari kacamata analisis berdasarkan dinamikanya politik baik di pusat maupun di daerah tentu akan berdampak signifikan terhadap masing masing pasangan baik menambah perolehan suara sementara pada sisi lain berdampak pada pasangan lainnya.

Pada detik terakhir PDIP mengusung Eddy Santana Putra dan Riezky Aprilia, yang masing masing sebagai Kader Gerindra dan PDIP ( tadinya?).

Sedangkan Kader PDIP sendiri yang sudah siap menerima dukungan partai nya yang berpasangan dengan kader Golkar yang sempat sudah bersosialisasi cukup lama tidak jadi mendaftar sebagai calon.

Menariknya sehari sebelum penutupan HD bersilaturahmi dengan yang bersangkutan dan mendapat respon positif beliau akan mendukung penuh untuk pasangan HDCU. Tentu ini akan membawa dampak positif perolehan suara HDCU.

Dan juga akan mempengaruhi dukungan kader PDIP terhadap Eddy Santana,

Suara Gerindra kemungkinan terbagi dua satu untuk Matahati, dan yang lain setia pada dukungan Poros Tengah.

Demikian juga suara Golkar satu ke Matahati dan yang lain kemungkinan ke HDCU yang dulunya mendukung Popo Ali.??

Dinamika politik yang dinamis tersebut yang setiap detik berubah ubah tidak terlepas juga dari kondisi Dewan Pimpinan Pusat masing masing partai.

Situasi demikian salah satunya terlihat dari pergantian Pimpinan Pusat Partai Golkar setelah mundurnya Airlangga Hartarto. Yang saling tarik menarik dan berdampak pada koalisi koalisi partai tersebut.

Memang sesuatu itu tidak akan abadi selamanya, apalagi di dunia politik. Ada adagium : hari ini kawan, besok menjadi lawan, demikian juga sebaliknya. Semua tidak ada yang kekal di dalam dunia fana ini. Semua dipengaruhi oleh kepentingan- kepentingan.

***

DEMIKIAN juga baik langsung maupun tidak langsung sikap masyarakat terhadap partai politik yang kemarin tanggal 22 Agustus 24 berencana mau sidang paripurna merevisi UU Pilkada pasca sehari keluarnya putusan MK nomor 60 PUU-XXII 24 ( sidangnya gagal karena tidak quorum), akan berdampak menurunnya kepercayaan rakyat Indonesia terhadap partai partai politik.

Sehingga banyaknya jumlah partai yang mengusung calon, menurut analisis kita tidak akan berdampak signifikan. Kalau variabel itu yang dijadikan ukuran bagaimana calon yang hanya diusung satu atau dua partai pengusung??

Artinya tergantung pada figur masing masing kepada siapa tampuk kepemimpinan lima tahun ke depan khususnya di Sumatera Selatan akan pemilih berikan.

 

Oleh : Albar Sentosa Subari, Pengamat Politik dan Hukum

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button