IMSAKIYAH WILAYAH KOTA PALEMBANG | RAMADAN 1447 H
--:--
Menuju Maghrib
Imsak: --:-- Subuh: --:--
OPINI

Dilema di Akhir Tahun Pelajaran

 

Oleh Albar Sentosa Subari, Pengamat dan Dosen Purnabakti FH Unsri 

 

MAKLUMATNEWS.com, Palembang –DILEMA di akhir tahun ajaran, biasanya pada bulan bulan April dan Mei setiap tahunnya sering menimbulkan perdebatan yang tanpa berujung.

Antara lain yang sedang hangat di media sosial dan media baik cetak maupun elektronik akhir akhir ini adalah masalah program selesai tutup sekolah ( akhir tahun ajaran).

Yakni kegiatan studi tour yang dilaksanakan oleh beberapa lembaga pendidikan mulai dari tingkat pendidikan rendah sampai pendidikan menengah, di kota maupun di pedesaan.

Studi tour di satu sisi memang ada unsur “pendidikan nya”, walaupun belum terukur dan teruji, namun di sisi lain bagi masyarakat yang hidupnya memiliki keterbatasan ekonomi ( orang tua – wali), ini menimbulkan persoalan baru.

Karena dua persoalan yang dihadapi pada saat yang sama. Bagi orang tua yang mempunyai anak usia pendidikan: ada anak yang akan memasuki jenjang baru (perlu dana), ada anak mau studi tour (mau dana) dan lain sebagainya.

Belum lagi urusan administratif, ada pula sistem rayon yang kadang kadang patut diduga akan disalah gunakan oleh oknum untuk mendapatkan keuntungan.

Terlepas dari cerita dunia pendidikan kita. Kembali ke topik nya adalah salah satu dilema yang kontroversial adalah berita beberapa peristiwa kecelakaan dari rombongan siswa yang sedang melakukan acara di akhir tahun.

Terakhir saat tulisan ini dibuat khusus kita di Sumatera Selatan tentang terjadinya kecelakaan.

 

***

YANG sempat viral di media sosial kendaraan rombongan studi tour pelajar Ogan Komering Ulu Timur yang mengakibatkan seorang guru dan siswa meninggal dunia.

Bus PO Minanga yang membawa rombongan pelajar Sekolah Dasar Negeri 1 Desa Harisan Jaya OKUT yang pulang studi tour dari Palembang kembali ke Desa.

Tepatnya di Desa Buluh Cawang Kecamatan Kayuagung Ogan Komering Ilir, kendaraan menabrak Fuso Hino yang tengah menepi, pada hari Jumat malam tanggal 24 Mei 24 sekitar pukul 20.30 malam.

Bus dalam kondisi terbalik di tengah jalan yang mengakibatkan dua orang meninggal, dan yang lainnya mengalami luka berat 2 orang, luka ringan 19 orang dan yang lainnya korban sehat 6 orang.

Dengan fakta fakta tersebut, agar tidak terulang kembali alangkah baiknya dinas atau lembaga pendidikan terkait memikirkan jalan yang lebih positif untuk mengisi acara-acara penutupan tahun ajaran.

 

***

KALAU mau tetap melakukan kegiatan yang serupa, koordinasi dengan pihak lain yang terkait juga perlu didiskusikan, misalnya apakah kendaraan yang akan digunakan LAIK jalan baik di darat maupun di air.

Pengemudi apa memiliki persyaratan baik secara administratif sebagai pengemudi ataupun kualitas daya manusia (sopir) berpengalaman atau pun tidak dan harus melibatkan pemilik atau perusahaan angkutan umum orang dan lain lain, sehingga dapat meminalisir kejadian yang tidak diharapkan. (*)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button