PALEMBANG

Kasus Bulliying Menimpa Anak SD di Palembang, Pelaku Ternyata Anak Berkebutuhan Khusus

MAKLUMATNEWS.com, Palembang,——Kasus bulliying (perundungan) terhadap anak usia sekolah oleh teman sebayanya kembali lagi terjadi oleh siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Swasta di Palembang.

Hal ini mencuat setelah unggahan video dari akun Instagram @cecememe28 beberapa hari yang lalu

Di video terdengar suara seorang wanita yang diduga pemilik akun sekaligus ibu dari korban berinisial M yang nampak terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit masih dengan mengenakan seragam merah putih.

“Max lagi visum ya tadi Max dipukulin ya oleh anak kelas enam ya. Yang mana dipukul kasih tau mami. Yang mana, disitu dipukul pake kaki atau pake tangan ?” sebut sumber suara tersebut.

Masih kata sang ibu, anaknya itu padahal tidak mengganggu dan tidak memberikan sentuhan fisik kepada anak yang memukul.

“Cuma ketawa mau diketawain marah dia,” ucap anak tersebut.

Saat ditemui, orangtu korban, Cornelia (32) mengungkapan insiden itu terjadi saat menjemput anaknya sekolah.

“Saat saya jemput anak saya (Max) saya dapat telepon dari gurunya, kalau anak saya habis dipukul oleh anak kelas 6 yang ternyata ABK (anak berkebutuhan khusus), jadi saat itu saya langsung melakukan visum,” ujar Cornelia.

Dari hasil visum menunjukkan anak tersebut di beberapa tempat di bagian tubuhnya

“Anak saya dipukul di perut menggunakan lutut , dada 3 kali, dan dipukul di area selangkangan menggunakan telapak kaki, pada saat jam istirahat” jelasnya.

Setelah insiden tersebut Orangtua korban sempat dipertemukan dengan orangtua pelaku dan pihak sekolah.

“Namun orangtua pelaku hanya meminta maaf, dan tidak ada tindak lanjut dari pihak sekolah, dan tidak mau mengeluarkan pelaku” lanjut orangtua korban.

Diketahui juga anaknya juga melakukan hal tersebut sudah lebih dari sepuluh kali.

“Saat bertemu dengan pelaku, anakanya ABK dia tidak bisa berkomunikasi dengan benar,” tambahnya.

Korban juga menceritakan saat kejadian, dirinya sedang bercanda dengan teman-teman yang lain.

“Sedangkan pengakuan pelaku, anak saya mau ambil bola, padahal dia hanya bercanda,” tambahnya.

Dari insiden tersebut korban trauma dan tidak mau bersekolah. Orangtua korban berharap pelaku dapat dikeluarkan dari sekolah dan mendapatkan sanksi yang berat.

Reporter : Yola Dwi R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button