EKONOMI

Kelangkaan dan Melambungnya Harga Beras di Palembang Dipicu Karena Hal Ini…!

Bulog Buka Suara

MAKLUMATNEWS.com Palembang—— Sejak sepekan terakhir masyarakat Palembang merasakan kelangkaan beras berbagai merek, bahkan kalaupun ada harganya melambung tinggi.

Ali salah satu agen dan pemilik toko sembako di Pasar Padang Selasa mengatakan jika, pasokan beras di toko miliknya saat ini dibatasi jumlah pengirimannya dari distributor.

Sebelumnya kata dia,  beras kemasan 5 Kg dijual dengan harga sekitar Rp78.000 hingga Rp80.000. Namun, saat ini kemasan tersebut semakin sulit ditemukan di pasar.

Di tengah kenaikan harga beras premium, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari pemerintah masih dijual dengan harga relatif stabil, yakni Rp63.000 per kemasan 5 kilogram.

” Tapi untuk kemasan beras SPHP ini sendiri juga sudah langkah. Kami sendiri tidak dapat pasokan kiriman sejak sepekan ini, ” bebernya.

” Kami juga menerima pasokan beras juga terbatas, saya juga bingung ini untuk memenuhi permintaan pelanggan. Seperti, rumah makan dan warung-warung sembako yang notabenenya adalah pelanggan tetap di toko kami, ” ujarnya.

Meski demikian, sebagian konsumen tetap memilih beras bermerek. Permintaan tersebut terutama datang dari pemilik warung makan dan restoran yang membutuhkan jenis beras tertentu untuk kebutuhan usahanya.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh Dewi salah seorang pegawai di Alfamart di Bukit Baru Palembang. Ia menyebut pasokan beras di tokonya juga mengalami pengurangan.

” Kurang tahu pasti apa penyebabnya. Bahkan untuk kemasan 5 Kg dan 10 Kg memang sudah sejak 2 pekan ini tidak ada. Nah sekarang untuk kemasan 20 Kg juga tidak ada, ” ujarnya.

Menurutnya, untuk harga beras sendiri memang sudah merangkak naik sejak kelangkaan itu. Bahkan, saat ini untuk beras premium merek Selancar dan Patin harganya sudah lebih dari Rp 300.000 per karung kemasan 20 Kg.

” Untuk nilai kenaikannya sendiri rata-rata berkisar antara Rp.1000 sampai Rp 2000 per kilogramnya, ” terangnya.

Berkurangnya beras premium kemasan lima kilogram di sejumlah pasar tradisional Palembang, ternyata bukan disebabkan stok beras yang menipis. Kondisi tersebut terjadi karena produsen menghadapi kenaikan biaya produksi dan pengemasan. Hal itu disampaikan langsung Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel), Ihsan dilansir dari kompas.com, Sabtu (29/8/2026)

Ihsan mengatakan.  biaya produksi beras kemasan lima kilogram dinilai lebih tinggi dibandingkan kemasan berukuran besar.

Salah satu faktor yang memengaruhi adalah biaya material kemasan. Jika dihitung berdasarkan setiap kilogram beras, penggunaan kemasan kecil membutuhkan biaya yang relatif lebih besar.

Ihsan menjelaskan, kondisi tersebut membuat sebagian produsen memilih mengurangi produksi beras premium kemasan lima kilogram. Sebab, apabila kenaikan biaya produksi sepenuhnya dibebankan kepada konsumen, harga jual beras berpotensi menjadi lebih tinggi.

“Produsen tidak memaksakan produksi beras premium kemasan lima kilogram karena apabila biaya produksi meningkat, harga jual berpotensi menjadi lebih tinggi,” ujarnya.

Berkurangnya produksi tersebut kemudian berdampak pada ketersediaan beras premium kemasan lima kilogram di sejumlah pasar Palembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button