Korban FEC Semakin Bertambah, Kerugian Mencapai Miliyaran

MAKLUMATNEWS.com, Palembang—Polda Sumsel terus menyelidiki kasus bisnis digital Future E-Commerce (FEC) Shopping Indonesia, buntut macetnya penarikan dana dan izin usahanya dicabut.
Wakil Direktur Reskrimsus Polda Sumsel AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH, melalui Kasubdit 1/Tipid Indagsi AKBP Bagus Suryo Wibowo SIK MH mengatakan korban hingga saat ini masih terus bertambah.
“Per tanggal 13 sore kemarin total korban yang sudah melapor kurang lebih 40 dengan kerugian 6 Miliyar ,” Jelas Bagus.
Menurut Bagus, dalam penanganan perkara dugaan investasi bodong aplikasi FEC ini, membentuk tim gabungan dari beberapa Subdit Ditreskrimsus.
Yakni, Subdit 1/Tipid Indagsi, Subdit II/Tipid Perbankan, serta Subdit V/Tipid Siber. AKBP Bagus ditunjuk sebagai ketua tim.
Kepolisian juga membuat posko pengaduan untuk pendataan dan pemeriksaan para korban FEC.
“Saat ini juga (14/09/2023) masih berlangsung pendataan dan pemeriksaan korba-korban lainnya yang masih berdatangan,” ujar Bagus
Untuk sementara, sambung dia, penyidik menerapkan pengenaan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Terkait pengaduan dan pelaporan korban yang sudah melapor hampir di seluruh Mapolda Bagus menerangkan
Menerima laporan dan pengaduan saja kemudian kita tindaklanjuti. Jika kemudian adanya kebijakan dari Mabes Bareskim untuk ditangani ke Bareskim kami akan limpahkan,” tambahnya.
Bagus menjjelaskan saat ini pihaknya sudah memeriksa para saksi.
“Kita telah memeriksa beberapa orang seperti Korban, pelapor dan kami juga akan terus koordianasi dengan pihak perbankan dan OJK kita belum memeriksa lainnya kita belum simpulkan kemana-mana,” ujarnya.
Bagus menghimbau untuk masyarakat yang juga menjadi korban FEC untuk mendatangi Polda Sumsel dan langsung ke posko pengaduan yang telah tersedia yang dibuka 24 jam.
“Para masyarakat juva kami harapakan tidak terpancing emosi dan berkonsultasi kepada kami sebagai pihak kepolisian,” tutup Bagus.
Reporter : Yola Dwi R




