Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

INTERNASIONALKULINER

Kuliner India (2) : Kenapa Jorok di Mata Wisatawan?

MAKLUMATNEWS.com, India — Lantas, apa yang membuat street food India terkenal jorok?

Dilansir dari IDN Times yang mengutip The Guardian dan Curly Taste, berikut sejumlah alasan street food India terkenal jorok di mata wisatawan.

 

Foto : Liputan6.com

 

1. Persiapan makanan kurang higienis

Persiapan makanan yang kurang higienis menjadi salah satu alasan street food di India dianggap jorok.

Kebanyakan pedagang kaki lima tidak mematuhi standar kebersihan yang diperlukan dalam persiapan makanan, seperti mencuci tangan dengan benar sebelum dan setelah menyentuh bahan makanan.

Selain itu, banyak pedagang menggunakan bahan mentah yang tidak segar atau membiarkan makanan terbuka di bawah sinar matahari selama berjam-jam.

Ada juga yang menggunakan peralatan yang tidak bersih dan tidak steril, sehingga dapat mempengaruhi kebersihan makanan.

Beberapa pedagang juga menggunakan air yang tidak bersih untuk mencuci bahan makanan, atau bahkan memasak makanan di atas tungku yang terbuat dari kayu yang telah digunakan berulang-ulang tanpa dicuci bersih.

Hal-hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi bakteri dan penyakit, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan konsumen.

 

Foto : Viva

 

2. Kondisi lingkungan yang kotor

Banyak kios makanan jalanan berada di area perkotaan yang padat penduduknya. Sering kali berada di tengah lingkungan yang kotor dan tidak terjaga kebersihannya.

Beberapa vendor makanan jalanan mungkin tidak membuang sampah dengan benar, sehingga sampah menumpuk di sekitar area kios makanan jalanan.

Selain itu, jalanan di India juga dikenal sebagai tempat berkumpulnya orang, termasuk hewan, seperti anjing dan sapi, yang sering kali menjadi penghuni di jalanan.

Kehadiran hewan di jalanan ini tentu saja menambah jumlah sampah dan kotoran di sekitar kios makanan.

Kondisi lingkungan yang kotor dan tidak terjaga kebersihannya dapat mempengaruhi kualitas makanan yang dijual, serta menjadi faktor risiko bagi kesehatan para pembelinya.

 

Foto : Akurat.co

 

3. Penggunaan minyak berulang-ulang

Penggunaan minyak yang berulang-ulang pada street food di India menjadi masalah yang perlu diperhatikan.

Banyak vendor street food di India menggunakan minyak untuk memasak makanan mereka. Namun, beberapa vendor mungkin tidak mengganti minyak dengan cukup sering, sehingga minyak yang digunakan menjadi kotor dan beracun.

Bukan cuma itu, penggunaan minyak yang berulang-ulang pada suhu tinggi dapat meningkatkan kadar asam lemak trans dan senyawa berbahaya lainnya dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Penggunaan minyak yang tidak sehat ini juga dapat mempengaruhi kualitas makanan yang dijual serta mengurangi rasa dan aroma yang seharusnya ada pada makanan tersebut.

 

Foto : Boombastis

 

4. Cara penyajian kurang higienis

Cara penyajian yang kurang higienis pada street food di India menjadi masalah serius yang mempengaruhi kualitas dan keamanan makanan yang dijual.

Beberapa vendor mungkin tidak memperhatikan higienitas dan sanitasi dalam cara mereka menyajikan makanan.

Misalnya, mereka mungkin tidak menggunakan sarung tangan atau tidak mencuci tangan dengan benar sebelum menyajikan makanan.

Selain itu, alat-alat, seperti pisau, sendok, dan garpu, yang digunakan untuk memotong dan mengambil makanan mungkin tidak dibersihkan dengan benar dan menjadi sarang bakteri dan kuman.

Banyak street food di India disajikan dalam wadah atau bungkus yang tidak bersih atau tidak terlindungi dari serangan luar, seperti debu atau serangga.

Hal ini dapat menyebabkan kontaminasi silang dan mengurangi kualitas makanan yang dijual.

 

Foto : DetikFood

 

5. Penggunaan air yang kurang bersih

Cara penggunaan air yang kurang bersih pada street food di India menjadi masalah yang seringkali diabaikan oleh vendor makanan jalanan.

Banyak vendor makanan jalanan di India mengandalkan air untuk membersihkan bahan makanan dan peralatan memasak mereka, tetapi ketersediaan air bersih yang terbatas menjadi hambatan untuk menjaga kebersihan.

Sebagai akibatnya, mereka mungkin menggunakan air yang tidak terlindungi dari kontaminasi bakteri atau virus seperti air dari saluran air atau sumur yang tercemar.

Hal ini menyebabkan kontaminasi pada bahan makanan dan peralatan memasak, yang kemudian dapat menghasilkan makanan yang tidak aman dan dapat menyebabkan penyakit pada konsumen.

Selain itu, ada juga vendor makanan jalanan yang menggunakan es yang dibuat dari air yang tidak bersih untuk menyajikan minuman dingin.

Penggunaan es yang tidak bersih juga dapat menyebabkan kontaminasi pada minuman dan menyebabkan keracunan makanan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button