Pak De Slamet : Dari Pegawai Panglong Kayu Menuju Bupati Banyuasin
Profil Slamet Somosentono
Kehidupan Pribadi
Lahir : 11 September 1950 (umur 71)
Partai politik : PDI Perjuangan (2000-2009); PPRN (2010-2014); Gerindra (2015-sekarang)
Istri : (Almarhum) Hj Maria Rohmina dan Neni Triharyani
Anak
Joko Susilo
Sigit Tri Harmoko
Hartini
Riwayat Pendidikan
SD Ponco, Soko, Suciharjo, Parengan, Tuban (1964)
SMP Santo Thomas Ngawi (1967)
SMA Negeri 1 Ngawi (1970)
STIHSP Palembang (2015)
Riwayat Organisasi
Ketua DPC PDI Perjuangan Musi Banyuasin (2000-2003)
Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuasin (2003-2009)
Ketua DPW PPRN Provinsi Sumatera Selatan (2010-2014)
Wakil Ketua DPW Nasdem Provinsi Sumatera Selatan (2014)
Ikut dalam Paguyuban Keluarga Jawa Sumatera (Pujasuma) di Banyuasin
Ketua DPW Apkasindo Propinsi Sumatera Selatan (2016-2021)
Ketua Persatuan Masyarakat Transmigrasi (Permata) Provinsi Sumatera Selatan
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Propinsi Sumatera Selatan
Ketua DPC Partai Gerindra Banyuasin (2020-sekarang)
Riwayat Jabatan
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (1999-2003)
Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin (2003-2004)
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin (2004-2009)
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (2009-2014)
Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Banyuasin Timur (2014-sekarang)
Wakil Bupati Banyuasin (2018-sekarang)
MAKLUMATNEWS.com, Banyuasin — Namanya boleh jadi tidak setenar Askolani.
Tapi, pada Pilkada 2024 khusus Banyuasin, dia maju sebagai Bakal Calon Bupati Banyuasin.
Siap menantang mantan pasangannya Askolani yang juga maju di Pilkada Serentak 2024 mendatang.
Itu lah Slamet Somosentono. Lebih dikenal dengan panggil Pak De. Politisi senior di Sumsel ini baru saja merayakan ulang tahun ke 74 tahun.
Mengutip IDN Times, Slamet lahir di Ponorogo, Jawa Timur pada 11 September 1950 silam.
Dirinya besar dan mengenyam pendidikan di Pulau Jawa sebelum hijrah ke Pulau Sumatra.
Slamet menempuh pendidikan dasar di SD Ponco, Tuban dan lulus pada tahun 1964.
Dari Tuban dirinya melanjutkan sekolah menengah pertama (SMP) Santo Thomas Ngawi pada 1967 dan sekolah menengah atas (SMA) 1 Ngawi 1970.
Selepas menempuh pendidikan, Slamet pindah ke Pulau Sumatra. Dirinya bekerja di Panglong Kayu di Kawasan Kota Agung, Tanggamus, Lampung pada 1971.
Setahun bekerja di Lampung, dirinya pun dipindahkan ke Palembang.Saat itu, dia banyak bertemu dengan warga transmigrasi yang baru saja tiba dari Pulau Jawa.
Dirinya pun banyak bergaul secara politik dengan orang-orang Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan Gerakan Pemuda Marhaeinis (GPM) sebelum memutuskan tertarik untuk berpolitik.
Aktif Berpolitik
Selepas reformasi, Slamet makin aktif terlibat dalam politik. Dirinya pun bergabung dengan PDI Perjuangan dan terpilih menjadi anggota DPRD Musi Banyuasin sebagai Ketua Komisi A 1999-2003.
Selepas pemekaran wilayah menjadi kabupaten baru, Slamet kembali terpilih sebagai ketua DPRD Banyuasin 2003-2004 dan Wakil Ketua DPRD Banyuasin 2004-2009.
Slamet kembali terpilih menjadi anggota DPRD Sumsel periode 2009-2014. Selanjutnya dia terpilih sebagai Wakil Bupati Banyuasin 2018-2023.
Selama bergabung dengan PDIP, Slamet sempat mencicipi posisi Ketua DPC PDIP Musi Banyuasin 2000-2003 dan Ketua DPC PDIP Banyuasin 2003-2009.
Selepas 2009, dirinya pun berpisah dengan PDIP usai bergabung dengan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) sebagai Ketua DPW Sumsel 2010-2014.
Usai PPRN tak lolos dalam verifikasi KPU pada pileg 2014, Slamet kemudian berlabuh ke Partai Nasdem Sumsel sebagai Wakil Ketua DPW pada 2015.
Tak lama di Nasdem, Pak De akhirnya berlabuh ke Gerindra sejak 2015 hi
ngga saat ini. Dipercaya menjadi Wakil Ketua DPD Gerindra sebelum akhirnya ditunjuk menjadi Ketua DPC Gerindra Banyuasin.



